Trump akan Kenakan Biaya 20% untuk Kapal yang Melintasi Selat Hormuz

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Presiden Donald Trump mengatakan AS akan mengenakan biaya di Selat Hormuz “sebesar 20% untuk semua kargo yang dikirim,”. Hal itu ia ucapkan setelah menyatakan Amerika sebagai penjaga jalur pengiriman minyak utama tersebut.

Trump, dalam sebuah unggahan di Truth Social, juga mengatakan AS akan memberlakukan kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di dekat selat tersebut, pusat dari perang AS yang dengan cepat meningkat kembali dengan Teheran. Blokade akan dilanjutkan pada hari Selasa pukul 4 sore ET, kata Komando Pusat AS.

“Kita akan menyerang mereka malam ini, dan kita akan melumpuhkan semua kemampuan mereka untuk segala hal yang berkaitan dengan selat tersebut,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Senin sore (13/7) seperti dikutip dari CNBC.

“Dan saya pikir pada akhirnya, kita akan mengendalikan semuanya.”

AS telah menolak rencana Iran sendiri untuk mengenakan biaya tol kepada kapal-kapal yang melewati selat tersebut, yang menurut para ahli maritim, regulator, dan bahkan pejabat tinggi pemerintahan Trump adalah ilegal menurut hukum internasional.

Namun, alih-alih menyerukan pengembalian selat tersebut ke status pra-perangnya sebagai jalur air internasional bebas bea, unggahan Trump menegaskan bahwa kapal komersial yang mencoba melintasi selat tersebut sekarang harus membayar uang perlindungan kepada AS.

Harga Minyak Melonjak, dan indeks saham jatuh, setelah pengumuman Trump.

Selat tersebut, yang sebelumnya dilalui 20% perdagangan minyak dunia sebelum ditutup pada awal perang di akhir Februari, "TERBUKA, dan akan tetap TERBUKA, dengan atau tanpa Iran," tulis Trump dalam unggahan tersebut.

"Semua negara selain Iran akan memiliki hak penggunaan Selat yang adil dan terbuka" tulis Trump. Pernyataan tersebut muncul di tengah-tengah baku tembak baru antara AS dan Iran yang telah membuat prospek kesepakatan perdamaian semakin sulit dicapai, sementara sekali lagi memperlambat lalu lintas kapal tanker di selat tersebut hingga hampir berhenti.

"AS, mulai saat ini, akan dikenal sebagai 'PENJAGA SELAT HORMUZ'," klaimnya. “Namun demikian, dan demi KEADILAN, akan diganti rugi, dengan tarif 20% dari semua kargo yang dikirim, untuk semua biaya yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan menyediakan keselamatan dan keamanan di wilayah yang sangat rawan konflik di dunia ini.”

“Proses dan pembentukannya akan segera dimulai,” tambahnya.

Trump, dalam surat kepada Senat tertanggal 10 Juli, mengatakan AS telah memulai aksi militer baru terhadap Iran pada 7 Juli. Surat itu dikirim sesuai dengan persyaratan presiden berdasarkan Resolusi Kekuatan Perang.

Berdasarkan resolusi yang sama, Kongres bulan lalu menyetujui langkah yang mengarahkan penghentian permusuhan AS di Iran, meskipun langkah itu sebagian besar bersifat simbolis dan tidak memaksa Trump untuk menarik pasukan.

Banyak hal tentang kebijakan penggantian biaya yang diusulkan masih belum jelas. Gedung Putih tidak segera menanggapi pertanyaan CNBC tentang unggahan Trump.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan dalam sebuah unggahan di X pada Senin sore bahwa Iran, bukan AS, yang mengendalikan selat tersebut dan berhak untuk "mendapatkan kompensasi atas layanan ini."

"20% tentu saja terlalu banyak. Kami akan bersikap adil," tulis Araghchi.

Organisasi Maritim Internasional PBB, yang mengatur transportasi maritim, mengatakan setelah unggahan Trump bahwa mereka "dengan tegas menentang pengenaan biaya untuk melewati selat yang digunakan untuk navigasi internasional."

"Tidak ada dasar hukum untuk memperkenalkan biaya wajib hanya untuk transit melalui selat," kata organisasi tersebut dalam sebuah pernyataan kepada CNBC.

Sikap tersebut menggemakan sikap yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang mengatakan bulan lalu, "Tidak ada negara yang diizinkan untuk mengenakan biaya atau pungutan di jalur air internasional. Itu adalah hukum internasional yang berlaku."

Bukan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi AS untuk menawarkan layanan perlindungan kepada kapal-kapal di Teluk Persia. Dia mencontohkan AS pernah melakukannya untuk kapal-kapal Kuwait yang diserang Iran pada tahun 1980-an.

Namun, mengenakan biaya 20% pada kapal-kapal tersebut adalah "tingkat pemerasan yang cukup berlebihan," terutama karena "tidak jelas apakah AS dapat memberikan jalur aman sejak awal," kata David Goldwyn, presiden Goldwyn Global Strategies dan mantan utusan khusus Departemen Luar Negeri AS selama pemerintahan Obama.

"Jika AS mampu mengawal kapal dengan aman dan menjamin tidak ada ancaman dari Iran, kita pasti sudah melihat hal itu terjadi dalam beberapa minggu terakhir," kata Goldwyn kepada CNBC dalam sebuah wawancara telepon. "Jadi saya pikir ini hanyalah gertakan belaka."

Trump mengisyaratkan pengumuman kebijakan tersebut dalam sebuah wawancara di Fox News pada Senin pagi, ketika ia mengatakan AS "akan dibayar untuk menjaga" selat tersebut.

“Kita akan menjaga selat ini, dan mungkin kita akan mengelolanya,” kata Trump.

“Kita akan menjadi penjaga selat ini — mungkin kita akan menyebutnya malaikat pelindung selat ini,” kata Trump kepada Fox. “Dan kita harus mendapatkan penggantian biaya untuk itu.”

“Kita tidak bisa diharapkan melakukan itu secara cuma-cuma, tidak seperti yang telah kita lakukan selama bertahun-tahun,” tambahnya. “Kita menjaganya secara cuma-cuma, dan sekarang kita akan menjaganya, kita akan dibayar untuk menjaganya. Banyak uang.”


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gus Miftah Disebut dalam Sidang Sudewo, Jaksa KPK Akan Dalami Terduga Penerima Aliran Dana
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Bau Amis di Balik Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polisi ke Kejagung: Belum Pernah Terjadi
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BNI Perkuat Tata Kelola Penyaluran KUR, Analisis Kredit tanpa Collection Agent
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pihak Erin Wartia Beberkan Alasan Gaji Mantan ART Belum Dibayar dan Handphone Belum Dikembalikan
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Jaksa Agung dan Kapolri Kompak: Kami Tak Bisa Dipisahkan
• 18 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.