LABUHANBATU, iNews.id - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat membantah tudingan menelantarkan seorang pasien hingga meninggal dunia. Bantahan disampaikan setelah video kemarahan keluarga pasien di lingkungan rumah sakit viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, perekam menyoroti sejumlah perawat dan dokter yang sedang bertugas. Perekam menuding pasien tidak mendapatkan penanganan medis meski kondisinya sudah memburuk.
Video tersebut kemudian menyebar di berbagai platform media sosial pada Minggu (12/7/2026). Keluarga pasien juga terlihat meluapkan kemarahan di lingkungan rumah sakit karena menduga terjadi kelalaian dalam penanganan medis.
Menanggapi tudingan pasien ditelantarkan, manajemen RSUD Rantauprapat menegaskan pasien telah mendapatkan perawatan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Direktur RSUD Rantauprapat dr Adi Subrata menjelaskan, pasien berinisial SU merupakan warga Baganbatu, Riau. Pasien datang ke rumah sakit pada Sabtu pukul 16.33 WIB dengan keluhan sesak napas.
Baca Juga:Angin Puting Beliung Terjang Cirebon, 24 Rumah dan Kantor Sekolah RusakPetugas medis langsung melakukan pemeriksaan terhadap pasien. Hasil pemeriksaan menunjukkan SU membutuhkan tindakan cuci darah darurat.
Sebelum proses cuci darah dilakukan, tim medis terlebih dahulu berupaya menstabilkan tekanan darah pasien yang masih tinggi. Setelah kondisinya dinilai memungkinkan, tindakan cuci darah mulai dilakukan dengan pemantauan petugas.
Pihak rumah sakit membantah pasien ditinggalkan tanpa pengawasan. Menurut manajemen, petugas sempat menangani pasien darurat lain setelah memastikan kondisi SU masih dalam keadaan stabil.
Namun, saat petugas kembali melakukan pemantauan, kondisi pasien tiba-tiba memburuk. Tim medis kemudian memberikan tindakan darurat dan memindahkan pasien ke ruang perawatan intensif atau ICU.
Meski berbagai upaya penyelamatan telah dilakukan, pasien akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 22.48 WIB.
Adi mengatakan, manajemen rumah sakit telah melakukan investigasi internal dengan meminta keterangan dokter, perawat dan petugas yang berjaga pada malam kejadian.
Baca Juga:Cinta Batik Semarang Kembangkan Batik Ramah Lingkungan bersama LinkUMKM BRI"Kami dari manajemen tidak melakukan penelantaran pasien tersebut selama menjalani perawatan hingga cuci darah dan kami masukan ke ICU. Hal ini dapat kami informasikan setelah investigasi kepada dokter yang bertugas hari itu, perawat dan petugas jaga malam," ujarnya, Senin (13/7/2026).
Pihak rumah sakit menegaskan seluruh proses penanganan pasien dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Manajemen juga membantah adanya kelalaian maupun tindakan meninggalkan pasien dalam kondisi darurat.
Sementara itu, jenazah pasien telah diserahkan kepada keluarga untuk dibawa pulang dan dimakamkan.
#sumut




