Saat Desa Bukan Lagi Objek Pembangunan, tapi Penggerak Perubahan

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bagaimana jika solusi atas persoalan di desa justru tidak datang dari kota, melainkan lahir dari warganya yang setiap hari berhadapan langsung dengan masalah tersebut?

Di satu tempat, masyarakat membangun akses internet secara mandiri. Di tempat lain, sekolah menjadi ruang perjumpaan bagi anak-anak dari beragam latar belakang.

Sementara itu, potensi pertanian dan kelautan mulai diolah agar tidak hanya berhenti sebagai bahan mentah, tetapi berkembang menjadi sumber penghidupan baru.

Berbagai contoh tersebut menunjukkan bahwa desa bukan ruang yang pasif. Desa memiliki pengetahuan, sumber daya, dan orang-orang yang mampu membaca persoalan di sekitarnya dengan lebih dekat.

Namun, menciptakan satu inovasi belum tentu cukup.

Banyak program berhenti setelah masa pendampingan selesai. Ada pula gerakan yang sulit bertahan karena terlalu bergantung pada satu tokoh. Sebagian lainnya berhasil di satu wilayah, tetapi tidak mudah diterapkan di daerah berbeda.

Lalu, apa yang membuat sebuah inisiatif lokal dapat bertahan? Bagaimana sebuah solusi yang lahir dari desa bisa berkembang, direplikasi, dan memberi dampak hingga skala nasional?

Pertanyaan tersebut akan menjadi pembahasan utama dalam diskusi panel “Desa sebagai Episentrum Perubahan: Menggerakkan Dampak dari Akar ke Skala Nasional” yang digelar Astra bersama IPB University.

Acara ini akan berlangsung pada Jumat, 17 Juli 2026, pukul 08:00–11:00 WIB, di Auditorium Andi Hakim Nasution, IPB University.

Forum tersebut akan mempertemukan tiga narasumber dengan pengalaman berbeda, tetapi memiliki satu benang merah yang sama: mendorong masyarakat desa menjadi pelaku utama perubahan.

Perspektif teknologi, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan ekonomi akan dibahas untuk melihat bagaimana ide lokal dapat tumbuh menjadi gerakan yang lebih luas.

Kegiatan akan dibuka oleh Dr. Alim Setiawan Slamet, S.TP., M.Si., Rektor IPB University, serta Yudha Prasetya, Head of Brand Communications Astra. Dari sisi teknologi, hadir Onno W. Purbo, Pakar Teknologi Informasi sekaligus Juri 17th SATU Indonesia Awards 2026.

Onno dikenal sebagai salah satu penggerak kemandirian teknologi di Indonesia. Melalui gagasan seperti RT/RW-net dan penggunaan teknologi terbuka, ia menunjukkan bahwa akses digital tidak selalu harus menunggu pembangunan besar dari pusat.

Dalam diskusi ini, Onno akan mengulas kapan teknologi benar-benar membantu masyarakat desa dan kapan teknologi justru menjadi solusi yang tidak sesuai kebutuhan. Ia juga akan membahas bagaimana komunitas dapat bergerak dari sekadar pengguna menjadi pihak yang mampu memahami, mengelola, bahkan mengembangkan teknologinya sendiri.

Perubahan dari jalur pendidikan dan pemberdayaan masyarakat juga akan dibawa oleh Ai Nurhidayat, Penerima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2019 sekaligus Penggerak Desa Sejahtera Astra Cintakarya Pangandaran.

Perjalanan Ai bermula dari SMK Bakti Karya Parigi yang dikenal melalui kelas multikultur. Sekolah tersebut mempertemukan pelajar dari berbagai daerah dan latar belakang, lalu berkembang menjadi pintu masuk bagi transformasi yang lebih luas di Desa Cintakarya.

Gerakannya tidak hanya menyentuh pendidikan, tetapi juga kesehatan, lingkungan, dan kewirausahaan. Desa tersebut kemudian dikenal sebagai Kampung Moderasi Beragama dan Kampung Pancasila.

Melalui pengalamannya, Ai akan membahas satu persoalan yang sering luput dalam program pembangunan: bagaimana membuat warga merasa memiliki gerakan tersebut.

Sebab, perubahan akan sulit bertahan ketika masyarakat hanya diposisikan sebagai penerima. Sebaliknya, ketika warga ikut merancang, menjalankan, dan meneruskan program, sebuah inisiatif memiliki peluang lebih besar untuk terus hidup meski sosok penggeraknya tidak selalu berada di depan.

Sementara itu, Dr. Handian Purwawangsa, Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship atau LPA2I IPB University, akan membawa perspektif dari dunia riset dan pengembangan ekonomi desa.

Banyak desa memiliki hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan sumber daya alam yang melimpah. Persoalannya, potensi tersebut kerap dijual dalam bentuk mentah sehingga nilai tambahnya masih rendah.

Handian akan membahas bagaimana riset kampus dapat membantu menjawab persoalan tersebut. Bukan dengan membawa solusi siap pakai dari luar, melainkan dengan bekerja bersama masyarakat untuk mengembangkan produk, memperkuat usaha, membuka akses pasar, dan memastikan pertumbuhan ekonomi tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Diskusi ini juga akan membedah kesalahan yang sering terjadi dalam program pembangunan desa. Misalnya, solusi yang tidak sesuai konteks lokal, ketergantungan pada pendanaan jangka pendek, minimnya kaderisasi, hingga program yang selesai bersamaan dengan berakhirnya proyek.

Karena itu, pembahasan tidak akan berhenti pada kisah sukses mereka. Para narasumber juga akan mengulas peran pemerintah, perguruan tinggi, sektor swasta, media, dan komunitas dalam membangun ekosistem yang memungkinkan sebuah inisiatif tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan.

Forum ini ditujukan bagi mahasiswa, akademisi, penggerak komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat yang tertarik pada isu pembangunan desa, inovasi sosial, teknologi, serta pemberdayaan masyarakat.

Bukan hanya untuk melihat apa yang telah berhasil dilakukan, tetapi juga memahami proses di baliknya: dari mengenali masalah, membangun kepercayaan warga, mengembangkan solusi, hingga memperluas dampak.

Pendaftaran telah dibuka. Daftarkan diri melalui http://kum.pr/CampusRoadshowIPB dan ikuti diskusi tentang bagaimana perubahan besar dapat tumbuh dari desa, bergerak dari akar, lalu menjangkau Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harry Kane Minta Inggris Naik Level demi Juara Piala Dunia 2026
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Piala Dunia 2026: Laporte Tak Menyesal Tinggalkan Timnas Prancis demi Spanyol
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
AS Berlakukan Blokade Iran, Trump Klaim Selat Hormuz Tetap Terbuka
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Dua Petinju Putri Indonesia Tembus Final Kejuaraan Tinju Asia U19 2026
• 6 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Sidang Khariq Anhar: Kesaksian Penangkapan di Bandara hingga Harapan Bebas Sebelum Wisuda
• 5 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.