EtIndonesia.com Topan “Bavi” disebut sebagai badai terkuat yang melanda Tiongkok tahun ini. Topan tersebut mendarat di wilayah pesisir timur Tiongkok pada Sabtu malam, membawa angin kencang dan hujan lebat yang menyebabkan pohon-pohon tumbang, jalan-jalan tergenang air, bahkan memicu tanah longsor.
Akibat topan ini, ribuan penerbangan dan perjalanan kereta api di Tiongkok terpaksa dibatalkan, sementara lebih dari 2,4 juta orang dievakuasi dari daerah terdampak.
Topan Bavi pertama kali mendarat di Taizhou, Provinsi Zhejiang, pada 11 Juli pukul 23.12 Sabtu malam, kemudian bergerak memasuki Wenzhou sekitar tengah malam.
Di sekitar pusat topan, kecepatan angin sempat mencapai skala 14 menurut skala angin Tiongkok. Sejumlah pohon besar tercabut hingga ke akarnya, rambu-rambu lalu lintas patah, dan banyak ruas jalan terendam banjir.
Seorang warga Wenzhou, Li Liangxing, mengatakan: “Angin paling kencang terjadi sekitar pukul 12 malam, saat topan hampir mendarat. Di kawasan kota tua kami, suara genting dan ranting pohon yang patah terdengar sangat keras.”
Sementara itu, warga Taizhou, Lin Yongjin, menceritakan: “Saat topan datang, kami sudah mengikat rangka logam dengan sangat kuat. Namun tetap saja tidak mampu bertahan. Mulai sekitar pukul 11 malam, lalu sekitar pukul 1 dini hari semuanya sudah terlempar.”
Selain Zhejiang, dampak Topan Bavi juga dirasakan di Provinsi Liaoning, Shanghai, dan Beijing, yang mengalami angin kencang serta hujan deras. Di Shanghai saja, pemerintah mengevakuasi hampir 300.000 penduduk.
Menjelang topan mendarat, sekitar pukul 19.00 Sabtu malam, langit di Shanghai dan Hangzhou tampak berwarna merah muda keunguan.
Fenomena langit berwarna merah muda keunguan ini dikenal sebagai “langit topan”, yang secara tradisional dianggap sebagai salah satu tanda akan datangnya topan. Menghadapi ancaman badai yang tiba-tiba, di berbagai daerah di Tiongkok juga sempat terjadi aksi pembelian kebutuhan pokok secara besar-besaran.
Meskipun saat ini Topan Bavi telah melemah menjadi badai tropis, badai tersebut masih terus bergerak ke wilayah pedalaman Tiongkok. Daerah-daerah yang dilaluinya diperkirakan masih akan mengalami curah hujan hingga ratusan milimeter, sehingga risiko banjir, tanah longsor, dan genangan di kawasan perkotaan tetap tinggi.
Menurut prakiraan cuaca, dalam beberapa hari ke depan hingga 14 Juli, hujan lebat masih diperkirakan akan mengguyur Fujian, Zhejiang, Jiangxi, Anhui, Jiangsu, Shandong, serta sebagian wilayah Tiongkok Timur Laut.
Berdasarkan laporan NTD Television oleh Qiu Yue





