VIVA – FIFA melarang Francois Letexier, dan beberapa wasit lainnya, untuk memimpin empat laga sisa di Piala Dunia 2026. Namun, keputusan ini tidak ada kaitannya dengan duel Argentina melawan Mesir yang berakhir kontroversial.
Piala Dunia 2026 memasuki laga-laga krusial dengan hanya ada empat laga tersisa. Dua pertandingan semifinal akan digelar dalam waktu dekat dan dua wasit asal CONCACAF telah ditunjuk.
Ivan Barton asal El Salvador memimpin laga antara Prancis melawan Spanyol. Kemudian, pada Selasa (14/7/2026) pagi ini WIB, FIFA menunjuk wasit asal Amerika Serikat, Ismail Elfath, untuk duel Inggris melawan Argentina.
Sementara itu, dengan sisa tiga tim dari Eropa, maka sejumlah wasit papan atas pun dipastikan tidak akan memimpin laga. Setidaknya empat wasit top, yaitu Francois Letexier, Clement Turpin, Anthony Taylor, dan Michael Oliver, tidak akan memimpin laga-laga lagi di Piala Dunia 2026.
Hal ini karena Letexier dan Turpin berasal dari Prancis, yang mana masih terlibat di Piala Dunia 2026. Kemudian, Taylor dan Oliver merupakan wasit asal Inggris, yang juga masih tersisa di turnamen ini.
Penunjukan Letexier, Turpin, Taylor, atau Oliver untuk empat laga sisa tidak akan sesuai dengan aturan FIFA. Sebab, FIFA mengatur agar wasit dari negara-negara yang masih bertanding untuk memimpin laga demi menghindari konflik kepentingan.
Jadi, keempatnya tidak akan memimpin lagi di sisa turnamen ini. Bagi Letexier, Piala Dunia 2026 ditutup dengan kontroversial setelah kepemimpinannya dipertanyakan di laga Argentina melawan Mesir.
Dalam laga itu, Albiceleste menang dengan skor 3-2 setelah sempat tertinggal dua gol. Gol-gol dari Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez membalikkan keadaan di menit-menit akhir.
- REUTERS/Amanda Perobelli
Keputusan-keputusan Letexier menjadi kontroversi setelah menganulir gol Mostafa Ziko karena adanya pelanggaran terhadap Lisandro Martinez. Sedangkan gol Fernandez yang tercipta dalam situasi serupa tidak dianulir setelah Mohamed Salah terjatuh.
Meski begitu, kepala perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan bahwa keputusan Letexier sudah tepat. Dia juga membantah klaim bahwa Argentina dianakemaskan di Piala Dunia 2026.
“Contohnya terjadi pada pertandingan Argentina melawan Mesir di mana pemain nomor 19 Mesir, Marwan Attia, jelas menginjak kaki pemain nomor 6 Argentina, Lisandro Martínez,” kata Collina, seperti dilansir dari situs resmi FIFA.





