Tabrak JPO Kapten Tendean, Pengendara Truk Diperiksa

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - Polisi akan memeriksa pengendara truk yang menabrak jembatan penyeberangan orang di Jalan Raya Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Tidak ada korban dalam kejadian ini, namun kecelakaan sempat membuat arus lalu lintas padat.

Kepala Sub Direktrorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Ojo Ruslani menuturkan, kecelakaan tunggal terjadi di kawasan Mampang Prapatan. Sebuah truk dengan nomor polisi B-9077 UFU menabrak jembatan penyebrangan orang (JPO) hingga nyaris roboh.

Meskipun demikian tidak ada korban dalam kejadian ini. Saat kecelakaan terjadi, situasi lalu lintas lengang. "Tabrakan terjadi pada Selasa dini hari sekitar pukul 01.00," ucap Ojo.

Saat ini, pengemudi truk, Jony Anri Siahaan (29), masih diperiksa untuk mengetahui penyebab kecelakaan. "Untuk penyebab kecelakaan masih kami selidiki," ujar Ojo.

Baca JugaJPO Kapten Tendean Nyaris Roboh Tertabrak Truk Pengangkut Ekskavator

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Mujiyanto menuturkan, akibat kecelakaan ini, JPO hampir roboh. Pengemudi diduga salah memperkirakan ketinggian JPO.

Di sisi lain akan diselidiki apakah pengemudi juga ditemani oleh pengawal (kenek) yang paling tidak memperingatkan jika ada hal yang membahayakan. "Jika ada pengawalnya kan bisa memperingatkan ada JPO," ujarnya.

Terkait kemungkinan adanya kelalaian, Mujiyanto menuturkan hal itu masih diselidiki. Hingga kini, polisi masih fokus untuk mengatur lalu lintas guna mengevakuasi alat berat. "Kemungkinan akan ada pengalihan arus lalu lintas," ujarnya.

Ketika ada alat berat yang akan melakukan evakuasi, kendaraan yang datang dari arah timur dan hendak menuju jalan layang mampang kemungkinan akan dialihkan ke arah warung buncit.

Lalu, kendaraan yang dari arah Warung Buncit ke arah kiri akan diturunkan ke underpass nanti bertemu di lampu merah Kuningan dan bisa ke arah Jalan Gatot Subroto. "Tidak ada penutupan jalan hanya pengalihan kendaraan," ucap Mujiyanto.

Baca JugaTruk Nyangkut Warnai Hiruk-pikuk Pagi di Jakarta

Kasus kecelakaan yang merusak fasilitas umum juga pernah terjadi. Sebuah kendaraan taktis milik TNI menabrak tiang rambu jalan dan separator di jalan tol dalam kota arah Slipi, Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026. Akibat kejadian ini, dua orang terluka. Microsleep diduga menjadi penyebab kecelakaan. Akibat kecelakaan ini, kondisi lalu lintas di sekitar lokasi padat karena banyak pengguna jalan yang ingin melihat kejadian tersebut.

Data dari Polda Metro Jaya, sepanjang 2025, tercatat ada 13.184 kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah itu, 740 orang tewas dan korban luka-luka 16.038 orang.

Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW) Edison Siahaan mengatakan, kecelakaan disebabkan oleh dua hal, yakni tidak primanya pengendara dan kendaraan yang digunakan. ”Untuk pengendara bisa disebabkan oleh mengantuk atau lalai dalam berkendara. Sedangkan dari sisi kendaraan misalnya ada komponen yang tidak berkerja baik,” ucapnya.

Itulah sebabnya sebelum berkendara semua hal harus dipersiapkan. Karena saat di jalan raya, satu hal saja lalai bisa berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain.

Dari tingginya angka kecelakaan ini, sudah seharusnya pemerintah mulai menggalakkan langkah preventif, salah satunya dengan memberikan kurikulum keselamatan berlalu lintas mulai dari tingkat sekolah dasar atau sekolah menengah pertama. ”Langkah ini penting agar kesadaran dalam berlalulintas sudah tertanam sejak dini,” katanya.

Berkaca pada Jepang yang memperlihatkan betapa berbahayanya melakukan pelanggaran di jalan. ”Anak tidak hanya diajari secara teori, tetapi dipertontonkan peragaan kecelakaan secara langsung,” katanya.

Peragaan tersebut setidaknya menumbuhkan kesadaran bagi anak-anak untuk terus berhati-hati saat berkendara nanti.


  


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cegah abrasi dan rob, Sudin SDA perbaiki tanggul di Pulau Pramuka
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Loving Monday at KALLA Perkuat Kolaborasi dan Sportivitas Insan Kalla
• 7 jam laluterkini.id
thumb
Fraksi Golkar: Biaya Pendidikan Layak Satu Anak Capai Rp18 Juta per Tahun, BOS Baru Tutup 5
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Polisi Uji Kadar Emas 74 Kg & Uang Asing sebagai Barang Bukti Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Berkas Perkara Kasus Korupsi Kuota Haji Sudah Dilimpahkan, Yaqut Bakal Buka-bukaan di Persidangan
• 11 menit lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.