BP Rebana Tawarkan Peluang Investasi Kawasan Industri di SIBS ASEAN 2026

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Badan Pengelola (BP) Kawasan Cirebon-Patimban-Kertajati (Rebana) menawarkan berbagai peluang investasi strategis kepada investor dan pelaku usaha dari Selangor, Malaysia, dalam ajang Selangor International Business Summit (SIBS) ASEAN 2026 yang digelar di Kota Bandung.
 
Kepala Pelaksana BP Rebana Helmy Yahya mengatakan forum tersebut menjadi momentum untuk mempromosikan potensi investasi Jawa Barat, khususnya kawasan Rebana Metropolitan yang dinilai memiliki prospek besar bagi investor regional.
 
"Kerjaan saya di Rebana adalah mempromosikan dan mengundang investor. Minat yang muncul luar biasa bagus. Tinggal bagaimana kita menindaklanjuti dengan mempermudah perizinan, mengurangi birokrasi, dan menyiapkan tenaga kerja yang dibutuhkan," kata Helmy seperti dikutip dari Antara, Selasa, 14 Juli 2026.
 
Helmy menjelaskan Rebana Metropolitan mencakup tujuh kabupaten dan satu kota dengan jumlah penduduk sekitar 10 juta jiwa. Kawasan tersebut juga memiliki empat kawasan industri dengan luas sekitar 43 ribu hektare.
 
Menurut dia, tingkat keterisian kawasan industri saat ini masih di bawah 10 persen, sehingga peluang investasi masih terbuka lebar bagi pelaku usaha dari berbagai sektor. "Artinya kami masih memiliki potensi investasi yang sangat besar. Investor dapat berinvestasi di berbagai sektor," papar dia.
 

Baca Juga :

RI Bidik Pasar Premium, Sasar Pengembangan Bisnis Medical Wellness Malaysia
  Didukung bandara, pelabuhan, hingga jalan tol  
Helmy menilai Rebana merupakan salah satu koridor ekonomi yang siap berkembang di Indonesia karena didukung infrastruktur strategis, seperti Bandara Internasional Kertajati, Pelabuhan Patimban, serta jaringan jalan tol yang saling terhubung.
 
Ia juga menyampaikan Jawa Barat masih menjadi daerah tujuan investasi terbesar di Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 47 juta jiwa dan tenaga kerja sekitar 26 juta orang.
 
"Pada 2025, nilai ekspor Jawa Barat tercatat mencapai sekitar 38,45 miliar dolar AS. Dengan kerja sama yang lebih kuat, saya yakin angka tersebut dapat meningkat secara signifikan," kata Helmy.


(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
  Bidik penguatan kemitraan  
Sementara itu, Group CEO Menteri Besar Selangor Incorporated, Mej (K) Dato' Ts. Saipolyazan M. Yusop, menyebut Indonesia merupakan mitra ekonomi strategis bagi Selangor dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi ASEAN.
 
Menurut dia, peluang kerja sama antara Selangor dan Indonesia terbuka di berbagai sektor, mulai dari energi terbarukan, manufaktur maju, industri halal, logistik, ekonomi digital, layanan kesehatan, kedirgantaraan, pendidikan, kota pintar, hingga ketahanan pangan.
 
"Selangor siap menjadi pintu gerbang bagi pelaku usaha Indonesia untuk memasuki pasar Malaysia dan ASEAN," jelas dia.
 
Ia menambahkan Selangor memiliki ekosistem bisnis yang didukung infrastruktur memadai, tenaga kerja terampil, sistem logistik yang kuat, serta iklim investasi yang ramah bagi investor.
 
Melalui penyelenggaraan SIBS ASEAN 2026, Selangor berharap kemitraan bisnis, investasi, dan integrasi ekonomi regional antara Malaysia dan Indonesia, khususnya Jawa Barat dan kawasan Rebana, dapat semakin diperkuat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Momen Akrab Kapolri dan Jaksa Agung Sampai Sapa Kakak Asuh
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Titik-titik Kemacetan Dampak Truk Nyangkut di JPO Tendean Jaksel
• 6 jam laludetik.com
thumb
Gerakan Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah: Ada yang Rela Cuti, Ibu Tetap Mendominasi
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Akademisi Nilai Kopdes Terlalu Terburu-buru, Pemerintah Diminta Uji Coba Lebih Dulu
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Impor LPG dari AS Tiba di Indonesia, Setara 15 Juta Tabung Gas 3 Kg
• 17 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.