BEKASI, KOMPAS.com – Sejumlah kabel utilitas milik berbagai operator telekomunikasi hingga PLN tampak semrawut di sepanjang trotoar Flyover Caman Raya, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Kondisi tersebut membuat ruang pejalan kaki menyempit sehingga warga terpaksa turun ke badan jalan untuk melintas.
Pantauan Kompas.com di lokasi, kabel-kabel yang dibalut selang pelindung berukuran kecil hingga besar dengan berbagai warna membentang di sepanjang sisi trotoar.
Selain dipenuhi kabel, permukaan trotoar juga terlihat rusak dan pecah di sejumlah titik.
Baca juga: DPRD Minta Pramono Segera Jalankan Perda Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Sudah Darurat
Akibatnya, pejalan kaki, termasuk pengguna Stasiun LRT Cikunir yang berada tepat di samping flyover, harus berbagi ruang dengan kendaraan saat melintas.
Frida Rusdiana (59), pedagang kopi keliling yang telah lama berjualan di kawasan tersebut, mengatakan, kondisi kabel semrawut telah mengganggu aktivitasnya sehari-hari.
"Kebetulan saya harus bolak-balik beli es batu. Tapi sekarang jalannya jadi susah kalau lewat trotoar. Saya sering kesandung kabel, kadang juga kaki atau barang yang saya bawa tersangkut kabel, jadi kurang nyaman," ujar Frida saat ditemui di lokasi, Selasa (14/7/2026).
Baca juga: Pramono: Penataan Kabel Semrawut Tak Bisa Sekaligus karena Persoalannya Kompleks
Menurut Frida, kondisi trotoar yang dipenuhi kabel membuatnya kerap memilih berjalan di badan jalan. Namun, pilihan itu juga berisiko karena kendaraan melintas cukup padat.
"Padahal di bawah banyak mobil dan motor yang lewat. Tapi pas mau naik lagi ke trotoar, kaki saya malah tersangkut kabel," kata dia.
Ia menyebut kondisi tersebut sudah berlangsung sejak sebelum pandemi Covid-19. Karena itu, Frida berharap pemerintah bersama pemilik utilitas segera melakukan penataan agar trotoar kembali aman digunakan.
Baca juga: Perda SJUT Disahkan, Pramono Optimistis Kabel Semrawut di Jakarta Bisa Ditertibkan
Selain kabel dirapikan, ia juga berharap trotoar diperlebar dan diperbaiki agar lebih nyaman bagi pejalan kaki, terutama pengguna LRT.
"Takutnya kan kabel itu ada aliran listriknya. Saya kan enggak tahu, ya. Jadi merasa enggak nyaman," katanya.
Frida mengaku pernah melihat pejalan kaki terjatuh akibat tersandung kabel. Bahkan, dirinya sendiri juga pernah mengalami kejadian serupa.
"Harapan saya kabel-kabel ini dirapikan supaya terlihat lebih baik, pejalan kaki lebih nyaman, dan orang yang turun dari halte LRT bisa berjalan dengan aman," ujar dia.
Baca juga: Mardani Usul Semua Pemda Sediakan Dana Khusus Bereskan Kabel Semrawut
Keluhan serupa disampaikan Maruli (83), seorang pemulung yang hampir setiap hari berjalan kaki melintasi trotoar Flyover Caman.





