JAKARTA, KOMPAS - LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai dijadwalkan mulai beroperasi pada Agustus 2026. Setelah itu, Pemerintah Provinsi Jakarta akan melanjutkan pembangunan jalur menuju Dukuh Atas pada awal 2027, sebelum mengembangkan jaringan LRT ke Jakarta International Stadium dan Stasiun Kereta Cepat Halim.
Gubernur Jakarta Pramono Anung meninjau progres pembangunan Stasiun LRT Rawamangun di Jakarta Timur, Selasa (14/7/2026). Stasiun yang menjadi bagian dari proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai itu telah memasuki tahap akhir penyelesaian.
Bangunan utama stasiun, skybridge, serta fasilitas penunjang seperti lift, eskalator, dan tangga telah terpasang. Jalur pemandu (guiding block) bagi penyandang disabilitas netra, area pintu masuk dan keluar penumpang, serta instalasi kabel, sistem pencahayaan, dan kamera pengawas (CCTV) juga sudah tersedia.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono menyebutkan progres pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai mencapai sekitar 95 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus mendatang.
”Progresnya sudah 95 persen. Mudah-mudahan Agustus bisa diresmikan oleh Bapak Presiden,” kata Pramono, Selasa (14/7/2026).
Menurut Pramono, beroperasinya Fase 1B akan menjadi tonggak penting dalam pengembangan transportasi publik Jakarta sekaligus memperkuat konektivitas antarmoda di ibu kota. Karena itu, ia berharap Presiden Prabowo Subianto dapat meresmikan pengoperasian jalur baru tersebut pada Agustus mendatang.
Selain itu, kehadiran LRT hingga Manggarai diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas. Sebab, selama ini, perjalanan masyarakat dari wilayah Jakarta Utara ke Jakarta Selatan hingga Jakarta Pusat sering kali terhambat kemacetan lalu lintas.
Seiring dengan pengoperasian Fase 1B, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta juga sedang menyiapkan skema tarif LRT Jakarta yang mekanisme perhitungannya mengacu pada sistem yang diterapkan MRT Jakarta, meski besarannya berbeda.
”Nanti akan ada dua skema tiket, yaitu tiket per perjalanan dan tiket yang terintegrasi. Detailnya akan disiapkan oleh Dinas Perhubungan,” ujarnya.
Saat ini, LRT Jakarta baru melayani rute Pegangsaan Dua-Velodrome dengan enam stasiun, yakni Pegangsaan Dua (Kelapa Gading), Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, dan Velodrome.
Melalui pembangunan Fase 1B yang dimulai pada 30 Oktober 2023, jaringan tersebut diperpanjang sejauh 6,4 kilometer (km) dari Velodrome menuju Manggarai. Koridor baru ini akan dilengkapi lima stasiun, yaitu Rawamangun, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, dan Manggarai.
”Dengan beroperasinya Fase 1B, panjang lintasan LRT Jakarta akan mencapai sekitar 12,2 kilometer dengan 11 stasiun,” ujar Pramono.
Pramono mengatakan, pembangunan LRT Jakarta yang sepenuhnya dikelola Pemprov Jakarta melalui PT Jakarta Propertindo (Jakpro) ini tidak akan berhenti di Manggarai. Setelah Fase 1B beroperasi, Pemprov Jakarta akan melanjutkan pembangunan Fase 1C dari Manggarai menuju Dukuh Atas sepanjang sekitar 2 kilometer.
”Nantinya akan ditambah ke Dukuh Atas sekitar dua kilometer lagi tanpa pembebasan lahan,” ujar Pramono.
Pembangunan LRT Jakarta Manggarai-Dukuh Atas diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 2,1 triliun yang seluruhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta. Perpanjangan jalur ini akan semakin memperkuat konektivitas antarmoda transportasi di ibu kota.
”Kita bisa membayangkan teman-teman dari Pondok Labu yang ingin makan ke Kelapa Gading bisa menempuh perjalanan kurang dari satu jam. Inilah milestone baru perubahan transportasi di Jakarta. Nanti ketika MRT sampai Kota Tua juga selesai, transportasi Jakarta akan jauh lebih nyaman,” kata Pramono.
Selain memperpanjang jalur ke Dukuh Atas, Pemprov Jakarta juga menyiapkan dua rencana pengembangan jaringan berikutnya, yakni menuju Jakarta International Stadium (JIS) dan terhubung dengan Stasiun Kereta Cepat (Whoosh) Halim.
Menurut Pramono, rute menuju JIS telah mengantongi izin dari Kementerian Perhubungan. Adapun pembangunan dua koridor baru tersebut diizinkan menggunakan skema creative financing sehingga memungkinkan kerja sama dengan berbagai pihak.
Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin mengatakan, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B terus berjalan sesuai target. Sementara untuk proyek perpanjangan menuju Dukuh Atas, pihaknya menargetkan konstruksi dapat dimulai pada awal 2027 setelah seluruh dokumen perencanaan rampung pada akhir 2026.
”Dokumen perencanaannya kami kejar selesai akhir tahun ini sehingga awal 2027 pembangunan bisa dimulai. Target penyelesaiannya pada 2028,” kata Iwan.
Warga Jakarta Timur, Rudi (35), berharap LRT Jakarta Fase 1B dapat beroperasi sesuai target pada Agustus mendatang. Menurut dia, kehadiran LRT hingga Manggarai akan menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat sekaligus membantu mengurangi kemacetan di ruas Jalan Ahmad Yani, Jalan Pemuda, hingga kawasan Pramuka yang selama ini padat.
”Kalau semakin banyak orang beralih naik LRT, mudah-mudahan kemacetan di sekitar sini bisa berkurang. Perjalanan ke pusat kota juga pasti lebih cepat,” ujar Rudi.
Meski demikian, ia menilai akses menuju stasiun perlu dibenahi agar masyarakat semakin tertarik menggunakan transportasi umum. Menurut Rudi, trotoar yang nyaman, penyeberangan yang aman, serta integrasi dengan Transjakarta maupun angkutan pengumpan (feeder) perlu diperkuat.
”Kalau akses ke stasiunnya mudah dan nyaman, orang pasti lebih memilih naik LRT daripada membawa kendaraan pribadi,” katanya.




