VIVA – Timnas Indonesia mendapat tambahan amunisi setelah Mitchell Baker resmi disumpah sebagai WNI. Begitupula dengan Luke Vickery yang segera menyusul.
Namun dengan kedatangan dua striker diaspora baru, timbul pertanyaan bagaimana nasib Dean Zandbergen yang telah lama menunggu untuk dinaturalisasi.
Yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Mitchell Baker, stiker muda dari liga Amerika Serikat resmi menjadi WNI dan berpeluang jadi masa depan Timnas Indonesia.
Proses pengambilan sumpah Mitchell Baker dilakukan di Kementerian Hukum pada Senin, 13 Juli 2026. Dalam kesempatan itu, hadir Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
Selain itu, Ketua Badan Tim Nasional Sumardji juga ikut mendampingi keluarga Mitchell Baker yang ikut menyaksikan prosesi pengambilan sumpah sang pemain.
“Mitchell Lee Baker resmi menjadi Warga Negara Indonesia,“ kata Ketum PSSI Erick Thohir di Instagram-nya.
“Di usia yang baru 19 tahun, Mitchell diharapkan dapat menambah kekuatan, kedalaman skuad, sekaligus menjadi bagian dari masa depan Timnas Indonesia,” tambahnya.
Setelah resmi jadi WNI, Mitchell Baker langsung bertolak ke Bali untuk gabung TC Timnas Indonesia yang dipimpin John Herdman jelang Piala AFF 2026.
Selanjutnya yang bakal disumpah menjadi WNI adalah Luke Vickery. Ia akan diproses perpindahan kewarganegaraannya di Sydney, Kamis, 16 Juli 2026 lusa.
Nasib Dean Zandbergen- Instagram/noorkorompotalks
Kehadiran Mitchell Baker dan Luke Vickery membuat John Herdman punya banyak pilihan untuk memainkan siapa yang layak mengisi lini penyerangan.
Mitchell Baker dan Luke Vickery merupakan pemain yang beroperasi di lini depan. Keduanya akan bergabung dengan Ole Romeny dan Mauro Zijlstra di sektor depan.
Namun yang menjadi pertanyaan setelah kedatangan Mitchell Baker dan Luke Vickery adalah bagaimana proses naturalisasi Dean Zandbergen.
Dean Zandbergen yang punya garis keturunan Depok beberapa waktu lalu sempat mengatakan jika ayahnya tengah memproses perpindahan kewarganegaraannya.
“Ayahku dia yang atur semua hal tentang itu (pindah kewarganegaraan),“ ucap Zandbergen kepada Yussa Nugraha.
“Aku sendiri gak terlalu mengurus itu karena kalau aku ikut mengurus itu nanti foksusnya terbelah. Jadi setelah itu, aku serahkan semua proses ke ayahku,“ lanjutnya.




