Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan perpanjangan jalur LRT Jakarta dari Manggarai menuju Dukuh Atas rampung pada 2028.
Pramono mengatakan, pembangunan lintas Manggarai-Dukuh Atas sepanjang sekitar 2 kilometer akan dimulai pada awal 2027. Menurutnya, proyek tersebut tidak memerlukan pembebasan lahan sehingga pengerjaannya diharapkan dapat berjalan lebih cepat.
“Saya tadi juga sudah minta kepada Ibu Asisten Keuangan (Suharini Eriawati) untuk pembangunan dari Manggarai ke Dukuh Atas selesai di tahun 2028 dengan anggaran Rp2,1 triliun. Dan sudah dianggarkan di anggaran yang sekarang kurang lebih Rp611 miliar,” kata Pramono di Stasiun LRT Jakarta Rawamangun, Selasa (14/7).
Lebih lanjut Pramono menjelaskan, jalur LRT Jakarta dari Kelapa Gading hingga Manggarai memiliki panjang sekitar 12,2 kilometer dengan 11 stasiun. Menurutnya, konektivitas transportasi publik akan semakin lengkap apabila lintasan tersebut diperpanjang hingga Dukuh Atas.
“Kalau itu sudah semuanya (terbangun stasiun LRT), maka sudah terkoneksi secara keseluruhan,” ujarnya.
Pramono menambahkan, pembangunan segmen Manggarai-Dukuh Atas sepenuhnya akan dibiayai melalui APBD DKI Jakarta karena merupakan penugasan pemerintah daerah di sektor transportasi.
“Transportasi itu merupakan penugasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, masih menggunakan APBD Pemerintah DKI Jakarta,” ucapnya.
Selain menyelesaikan perpanjangan ke Dukuh Atas, Pramono mengungkapkan Pemprov DKI telah menyiapkan rencana pengembangan dua lintasan baru LRT Jakarta, yakni menuju JIS dan Stasiun Whoosh Halim.
“Sebenarnya ada dua yang akan dikembangkan. Yang pertama, nantinya dari sini LRT Jakarta ini ada dua rute baru yang akan kita kembangkan. Yang satu ke JIS yang sebenarnya trayeknya itu sudah mendapatkan izin dari Kementerian Perhubungan. Yang satu lagi ke KCIC, ke Whoosh,” katanya.
Menurut Pramono, apabila kedua jalur tersebut terwujud, konektivitas transportasi massal di Jakarta akan semakin baik karena menghubungkan kawasan utara Jakarta dengan jaringan kereta cepat.
“Nah, kalau dua itu terkoneksi maka konektivitasnya akan semakin baik,” ujarnya.
Untuk merealisasikan proyek tersebut, Pramono membuka peluang skema creative financing dengan melibatkan pihak swasta.
“Saya tadi sudah diskusi dengan Pak Dirut Jakpro, untuk dua itu kita perbolehkan apa yang disebut dengan creative financing. Kerja sama dengan siapa pun yang ingin membangun Jakarta dan saya yakin pasti ini karena menjadi trayek yang padat, banyak orang yang bersedia dan mampu,” tutur Pramono.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jakpro Iwan Takwin mengatakan kajian teknis pembangunan lintas Manggarai-Dukuh Atas saat ini telah berjalan. Pihaknya menargetkan rekomendasi trase dapat terbit pada akhir tahun 2026 sehingga konstruksi bisa dimulai pada awal 2027.
“Untuk pembangunan lanjutan kita akan mulai di awal 2027. Kajiannya sudah berjalan di kami dan juga kajian teknisnya. Ini menjadi syarat untuk penerbitan rekomendasi trase-nya nanti yang kami kejar akhir tahun ini. Awal tahun kita mulai pengerjaan,” kata Iwan.
Saat ditanya kembali oleh Pramono mengenai target penyelesaian proyek, Iwan memastikan perpanjangan jalur tersebut ditargetkan rampung pada 2028.
“Ya, 2028 menjadi target bisa kita resmikan seperti sekarang ini kondisinya,” ujarnya.





