Pertamina Drilling Kembangkan Layanan Non-Rig, Terapkan Teknologi Matrix Acidizing Perdana di Sumsel

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pertamina Drilling memperkuat kapabilitas layanan hulu migas melalui pengembangan bisnis High Pressure Pumping Non-Rig Services.

Pertamina Drilling Kembangkan Layanan Non-Rig, Terapkan Teknologi Matrix Acidizing Perdana di Sumsel. (Foto Istimewa)

IDXChannel - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memperkuat kapabilitas layanan hulu migas melalui pengembangan bisnis High Pressure Pumping Non-Rig Services. Langkah tersebut ditandai dengan keberhasilan perusahaan melaksanakan operasi matrix acidizing perdana di Sumur Gunung Kemala (GNK)-104, Lapangan Prabumulih, Sumatera Selatan.

Operasi yang dikerjakan bersama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 ini menjadi tonggak penting bagi Pertamina Drilling dalam memperluas portofolio layanan stimulasi sumur di luar jasa pengeboran. Teknologi matrix acidizing diterapkan untuk mengatasi kerusakan formasi dan endapan kerak (scale) sehingga aliran fluida dari reservoir ke sumur dapat kembali optimal.

Baca Juga:
DJP Gandeng Pertamina Uji Coba Pendekatan Baru Pengawasan Pajak

Pekerjaan dilakukan pada interval perforasi 1.963–1.966 meter measured depth (MD) di Formasi Talang Akar (TAF-P5) menggunakan sistem fluida 15 persen Hydrochloric Acid (HCl) yang dirancang sesuai karakteristik reservoir. Melalui stimulasi tersebut, operasi ditargetkan mampu meningkatkan performa sumur dengan sasaran produksi mencapai 65 barel minyak per hari (BOPD).

Direktur Operasi Pertamina Drilling Aziz Muslim mengatakan, keberhasilan pelaksanaan matrix acidizing perdana menjadi bukti kesiapan perusahaan dalam menghadirkan layanan hulu migas yang semakin terintegrasi dan bernilai tambah bagi pelanggan.

Baca Juga:
Perpanjang Umur Produksi, ELSA Terapkan Teknologi CEOR pada Lapangan Migas Milik Pertamina

"Keberhasilan ini merupakan langkah strategis Pertamina Drilling dalam memperluas kapabilitas layanan non-rig. Kami berkomitmen menghadirkan solusi yang aman, andal, dan berteknologi untuk membantu meningkatkan produktivitas lapangan migas sekaligus mendukung upaya pencapaian target produksi nasional," ujar Aziz dalam pernyataan resminya di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga:
Pertamina Kedatangan 45,9 Ribu Metrik Ton LPG dari AS

Menurutnya, pengembangan layanan High Pressure Pumping Non-Rig Services merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat bisnis jasa energi sekaligus menjawab kebutuhan industri migas yang semakin dinamis.

Pencapaian tersebut juga melanjutkan keberhasilan layanan hydraulic fracturing yang telah dijalankan Pertamina Drilling di wilayah kerja PHR Zona 2 dan Zona 3 sejak Januari 2025. Pengalaman tersebut menjadi fondasi bagi perusahaan untuk terus mengembangkan layanan High Pressure Pumping Non-Rig Services sebagai salah satu lini bisnis strategis.

Dengan semakin lengkapnya portofolio layanan non-rig, Pertamina Drilling tidak hanya berperan sebagai penyedia jasa pengeboran, tetapi juga sebagai mitra yang mampu menghadirkan solusi terintegrasi untuk mengoptimalkan konektivitas reservoir dengan sumur serta meningkatkan produktivitas lapangan migas.

Pengembangan kapabilitas ini sejalan dengan komitmen Pertamina Drilling dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui inovasi teknologi, rekayasa teknik yang presisi, serta keunggulan operasional pada setiap tahapan pengembangan lapangan migas.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Balita di Bekasi Diduga Dianiaya Ibu Tiri 2 Bulan, Tubuh Penuh Luka
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Polda Babel Bedah Rumah Korban Kebakaran di Mentok, Wujudkan Rasa Aman Warga
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Impor LPG dari AS Tiba di Indonesia, Setara 15 Juta Tabung Gas 3 Kg
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
DPRD Jateng Yakin MBG dan Koperasi Merah Putih Dongkrak Ekonomi Desa
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Editorial MI: Momentum Pembuktian
• 11 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.