Lampung Barat (ANTARA) - Bupati Lampung Barat (Lambar) Parosil Mabsus menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan Sekolah Kopi guna meningkatkan daya tarik destinasi edukasi sekaligus memperkuat promosi kopi robusta di wilayah tersebut.
"Saya meminta Dinas Perkebunan bersama OPD terkait terus berinovasi. Ciptakan program-program yang menarik, kegiatan edukasi yang kreatif, maupun event yang mampu menarik minat masyarakat untuk datang ke Sekolah Kopi," kata Bupati Lambar, Parosil Mabsus, saat dihubungi dari Lampung Selatan, Selasa.
Menurut dia, Sekolah Kopi merupakan salah satu ikon daerah yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat pembelajaran mengenai kopi, tetapi juga menjadi etalase potensi kopi robusta Lampung Barat yang perlu terus dikembangkan agar semakin dikenal masyarakat maupun wisatawan.
"Sekolah Kopi ini merupakan kebanggaan Kabupaten Lampung Barat. Tempat ini bukan hanya menjadi sarana belajar tentang kopi, tetapi juga menjadi wajah daerah dalam memperkenalkan kualitas kopi robusta kita. Karena itu, keberadaannya harus terus dijaga dan dikembangkan agar semakin banyak dikunjungi masyarakat maupun wisatawan," kata dia.
Ia menilai keberadaan fasilitas yang lengkap harus diimbangi dengan pembaruan program secara berkelanjutan agar jumlah kunjungan terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
“Jangan sampai fasilitas yang sudah terjaga baik selama ini hanya berjalan biasa-biasa saja. Harus ada pembaruan sehingga pengunjung terus bertambah dan manfaat ekonominya dapat dirasakan masyarakat,” katanya.
Baca juga: Lampung Barat optimalkan potensi kopi lewat "One Village One CEO"
Baca juga: KBRI Kairo tinjau penerimaan 600 ton biji kopi robusta asal Lampung
Parosil juga mengingatkan seluruh karyawan Sekolah Kopi untuk menjaga kualitas pelayanan kepada setiap pengunjung. Menurut dia, pelayanan yang ramah, kebersihan lingkungan, serta fasilitas yang terawat menjadi faktor penting dalam menciptakan pengalaman yang berkesan.
“Jagalah fasilitas yang sudah dibangun ini seperti milik sendiri. Pastikan kebersihan lingkungan selalu terjaga, rawat setiap fasilitas dengan baik, dan berikan pelayanan yang ramah, cepat, serta profesional kepada seluruh pengunjung,” ujarnya.
Dia menambahkan, keberhasilan Sekolah Kopi tidak hanya diukur dari kelengkapan fasilitas, tetapi juga dari kualitas pelayanan dan kemampuan menghadirkan pengalaman edukasi yang menarik sehingga mendorong masyarakat dan wisatawan untuk kembali berkunjung ke Lampung Barat.
Saat ini Kabupaten Lampung Barat merupakan produsen kopi robusta terbesar di Provinsi Lampung dengan luas lahan mencapai sekitar 55.000 hektare yang semuanya dikelola oleh rakyat. Sementara produksi kopi wilayah ini menghasilkan rata-rata lebih dari 50.000 hingga 60.000 ton biji kopi setiap tahunnya.
Baca juga: Mendag : Kopi robusta Lampung Barat komoditas ekspor terkenal di dunia
Baca juga: Kabupaten Tanggamus Lampung andalkan kopi robusta sebagai unggulan
"Saya meminta Dinas Perkebunan bersama OPD terkait terus berinovasi. Ciptakan program-program yang menarik, kegiatan edukasi yang kreatif, maupun event yang mampu menarik minat masyarakat untuk datang ke Sekolah Kopi," kata Bupati Lambar, Parosil Mabsus, saat dihubungi dari Lampung Selatan, Selasa.
Menurut dia, Sekolah Kopi merupakan salah satu ikon daerah yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat pembelajaran mengenai kopi, tetapi juga menjadi etalase potensi kopi robusta Lampung Barat yang perlu terus dikembangkan agar semakin dikenal masyarakat maupun wisatawan.
"Sekolah Kopi ini merupakan kebanggaan Kabupaten Lampung Barat. Tempat ini bukan hanya menjadi sarana belajar tentang kopi, tetapi juga menjadi wajah daerah dalam memperkenalkan kualitas kopi robusta kita. Karena itu, keberadaannya harus terus dijaga dan dikembangkan agar semakin banyak dikunjungi masyarakat maupun wisatawan," kata dia.
Ia menilai keberadaan fasilitas yang lengkap harus diimbangi dengan pembaruan program secara berkelanjutan agar jumlah kunjungan terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
“Jangan sampai fasilitas yang sudah terjaga baik selama ini hanya berjalan biasa-biasa saja. Harus ada pembaruan sehingga pengunjung terus bertambah dan manfaat ekonominya dapat dirasakan masyarakat,” katanya.
Baca juga: Lampung Barat optimalkan potensi kopi lewat "One Village One CEO"
Baca juga: KBRI Kairo tinjau penerimaan 600 ton biji kopi robusta asal Lampung
Parosil juga mengingatkan seluruh karyawan Sekolah Kopi untuk menjaga kualitas pelayanan kepada setiap pengunjung. Menurut dia, pelayanan yang ramah, kebersihan lingkungan, serta fasilitas yang terawat menjadi faktor penting dalam menciptakan pengalaman yang berkesan.
“Jagalah fasilitas yang sudah dibangun ini seperti milik sendiri. Pastikan kebersihan lingkungan selalu terjaga, rawat setiap fasilitas dengan baik, dan berikan pelayanan yang ramah, cepat, serta profesional kepada seluruh pengunjung,” ujarnya.
Dia menambahkan, keberhasilan Sekolah Kopi tidak hanya diukur dari kelengkapan fasilitas, tetapi juga dari kualitas pelayanan dan kemampuan menghadirkan pengalaman edukasi yang menarik sehingga mendorong masyarakat dan wisatawan untuk kembali berkunjung ke Lampung Barat.
Saat ini Kabupaten Lampung Barat merupakan produsen kopi robusta terbesar di Provinsi Lampung dengan luas lahan mencapai sekitar 55.000 hektare yang semuanya dikelola oleh rakyat. Sementara produksi kopi wilayah ini menghasilkan rata-rata lebih dari 50.000 hingga 60.000 ton biji kopi setiap tahunnya.
Baca juga: Mendag : Kopi robusta Lampung Barat komoditas ekspor terkenal di dunia
Baca juga: Kabupaten Tanggamus Lampung andalkan kopi robusta sebagai unggulan




