KOMPAS.TV - Bupati Kabupaten Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, menjelaskan kebakaran DI TPA Jatiwaringin yang terjadi pada 30 Juni 2026, bermula dari satu titik api sebelum akhirnya meluas akibat terpaan angin kencang.
Menurut Maesyal, kondisi angin yang bertiup kencang membuat api dengan cepat menyebar ke berbagai titik.
Menanggapi dugaan bahwa titik awal kebakaran berasal dari area open dumping, Maesyal mengatakan pemerintah daerah telah mulai melakukan sejumlah perbaikan.
Ia menyebut salah satu langkah yang telah dilakukan adalah pemasangan geomembran untuk menutup timbunan sampah.
Selain itu, penyiraman rutin dilakukan saat memasuki musim kemarau untuk mencegah munculnya titik api.
Namun, menurutnya, ada area di puncak timbunan sampah yang tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam dari darat.
Menanggapi masih terpasangnya papan pengawasan dari Kementerian Lingkungan Hidup, Maesyal mengatakan pemerintah daerah telah menjalankan berbagai rekomendasi perbaikan.
"Waktu itu memang telah ditinjau ke sini, dan kita diberikan langkah-langkah perbaikan oleh beliau, disarankan oleh beliau, diperintahkan oleh Pak Menteri Lingkungan Hidup untuk menata yang lebih baik sebelum lokasi ini menjadi lokasi pengolahan sampah untuk energi listrik,” ungkapnya.
Ia menyebut pemasangan geomembran menjadi salah satu tindak lanjut utama. Menurut Maesyal, penutup tersebut dipasang agar timbunan sampah tidak terpapar langsung panas matahari.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan infrastruktur pendukung untuk pengelolaan sampah.
Ia mengatakan hingga kini sekitar lima hektare area TPA telah ditutup secara bertahap sesuai skala prioritas.
Sementara terkait permukiman warga yang berada sangat dekat dengan TPA, Maesyal menyebut relokasi menjadi salah satu program yang akan dipertimbangkan ke depan.
Bagaimana menurut Anda? Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/Bd7b78g14tw
#tpajatiwaringin #sampah #kebakaran
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- dipo
- tpa jatiwaringin
- kebakaran
- tangerang





