Setoran Freeport Tahun Ini Diproyeksi Turun Jadi USD 2,6 Miliar

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Direktur Utama PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas, mengakui bahwa penerimaan negara dari PTFI tahun ini akan menurun tahun ini. Meski demikian, penerimaan negara dari PTFI akan kembali meningkat tahun depan.

Ia menjelaskan penerimaan negara dari PTFI tahun ini diprediksi mencapai USD 2,6 miliar. Angka tersebut memang turun dari tahun 2025.

“Kalau kita lihat tahun 2026 penerima negara yang terdiri dari pajak, dividen dan royalti itu memang menurun menjadi USD 2,6 miliar dari tahun lalu USD 4,3 miliar,” kata Tony dalam rapat kerja bersama Komisi XII di Gedung Parlemen, Jakarta pada Selasa (14/7).

Pada 2025, total penerimaan negara dari PTFI tercatat sekitar USD 4,3 miliar terdiri atas USD 2 miliar pajak, USD 1 miliar dividen, dan USD 1,2 miliar PNBP. Sementara tahun ini, penerimaan negara diproyeksikan turun menjadi USD 2,6 miliar terdiri dari USD 0,5 miliar PNBP, 1,1 miliar dividen dan 1 miliar pajak.

Meski begitu, Tony optimistis tahun depan PTFI kembali mencatat peningkatan penerimaan negara karena meningkatnya produksi

“Kalau kita lihat proyeksi di tahun 2027 sesuai dengan peningkatan produksi kita itu akan penerima negara akan bisa mencapai USD 4,7 miliar,” ujarnya.

Secara rinci, penerimaan negara dari Freeport tahun depan terdiri dari USD 1,9 miliar pajak, USD 1,9 miliar dividen dan USD 0,8 miliar PNBP.

Selain itu, penerimaan negara dari PTFI juga akan terus meningkat di tahun berikutnya dengan USD 7,1 miliar pada 2028 dan 2029 hingga mencapai USD 8 miliar pada 2030. Hal ini menurut Tony bisa dicapai seiring pemulihan kapasitas produksi dari PTFI.

“Dan kita lihat begitu masuk sudah kapasitas produksi penuh, kita lihat bahwa penerimaan negara akan bisa melebihi USD 7 miliar per tahun. Jadi kalau kita rupiahkan itu kira-kira sekitar Rp 120 triliun per tahun begitu seterusnya selanjutnya di tahun-tahun ke depan,” kata Tony.

Smelter Gresik Akan Kembali Beroperasi September

Sebelumnya, ia juga menjelaskan bahwa penambangan bijih PTFI memang sempat turun akibat insiden di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) beberapa waktu lalu. Hal itu juga turut berpengaruh pada smelter PTFI di Gresik karena tak bisa mendapat asupan konsentrat. Namun demikian, ia menarget smelter Gresik bisa kembali beroperasi pada September tahun ini.

“Dan rencana smelter baru ini akan mulai berproduksi kembali atau mengolah memurnikan konsentrat dari Papua itu pada bulan September tahun ini. Dan akan dilakukan frame up sampai dengan akhir tahun,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hari ke-40 Pencarian KMN Entok di Perairan Kangean, Keluarga ABK Hilang Ikut Berlayar
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Tujuan Pertemuan Panglima TNI Agus Subiyanto & Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo
• 3 jam lalucumicumi.com
thumb
Momen Kesibukan Awak Kapal Induk USS Theodore Roosevelt saat Ikut Latihan Militer RIMPAC
• 8 jam laludetik.com
thumb
Presiden Prabowo Beri Harga Khusus BBM Rp15.000/Liter bagi Nelayan Kapal 30–200 GT
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Viral Istri Gerebek Suami Bersama Perempuan dalam Kamar Kos di Jombang, Ini Kata Polisi
• 6 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.