Memasuki hari pertama tahun ajaran baru 2026/2027, harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok di Pasar Karang Ayu, Kota Semarang, Jawa Tengah, terpantau mengalami fluktuasi. Berdasarkan pantauan pada Selasa, 17 Juli 2026, kenaikan harga yang paling mencolok terjadi pada komoditas timun, daging ayam, dan telur.
Kenaikan harga yang paling drastis dirasakan pada komoditas sayuran, khususnya timun. Harga timun melonjak hampir dua kali lipat dari harga normal. Jika pada pekan lalu harga timun masih berada di kisaran Rp8.000 hingga Rp9.000 per kilogram, saat ini pedagang menjualnya dengan harga Rp15.000 per kilogram.
Dikutip dari program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Selasa, 14 Juli 2026, salah satu pedagang di Pasar Karang Ayu, Pulung mengungkapkan bahwa tren kenaikan harga mentimun ini sudah mulai dirasakan sejak awal Juli.
"Kenaikan yang cukup signifikan di sini adalah sayuran, terutama timun. Sudah naik sejak sekitar seminggu yang lalu," ujarnya.
Selain sayuran, harga sumber protein seperti daging ayam dan telur juga mengalami peningkatan. Harga daging ayam ras mengalami kenaikan sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram, sehingga kini dibanderol di kisaran Rp37.000 sampai Rp38.000 per kilogram.
Tren serupa terjadi pada harga telur ayam yang kini menyentuh angka Rp25.000 per kilogram, naik sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 dari harga sebelumnya. Kenaikan ini diduga dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat bersamaan dengan momen masuk sekolah.
Baca Juga :
Harga Pangan Terbaru Hari Ini, Selasa, 14 Juli 2026
Di tengah kenaikan beberapa bahan pokok, harga bumbu dapur seperti cabai dan bawang terpantau masih relatif stabil.
- Bawang Merah dan Putih: Dijual di harga eceran sekitar Rp40.000 per kilogram.
- Cabai Merah: Berada di kisaran Rp30.000 per kilogram.
- Cabai Rawit Merah: Dibanderol sekitar Rp35.000 per kilogram.
- Cabai Merah Besar: Dijual antara Rp15.000 hingga Rp20.000 per kilogram.
Komoditas lain seperti tomat dan berbagai jenis sayuran hijau lainnya juga dilaporkan belum mengalami perubahan harga yang berarti dan stok di pasar terpantau aman.
Para pedagang berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Menurut mereka, harga yang terlalu tinggi justru akan menyulitkan pedagang karena sepinya pembeli.
"Harapannya harga bisa stabil semua. Kalau harganya mahal tapi yang beli jarang, otomatis kami pedagang juga yang susah. Harga yang stabil akan mendongkrak ekonomi karena penyerapan pembeli jadi bagus," pungkas Pulung.




