Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis pada perdagangan hari ini, Selasa (14/7/2026). Sejumlah saham seperti WIFI, UNTR, hingga MEDC tercatat bergerak menguat hingga penutupan perdagangan.
Melansir data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat 0,03% ke level 6.039,52. Sepanjang hari, Indeks bergerak pada kisaran 6.002,90—6.095,02.
Dari jajaran saham LQ45, penguatan dipimpin oleh saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) yang naik 9,58% ke Rp1.830, PT United Tractors Tbk. (UNTR) menguat 6,18% ke Rp27.500, dan PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) naik 5,49% ke Rp1.250.
Selain itu, penguatan juga dialami oleh saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang naik 4,01% ke Rp4.930, PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) naik 3,95% ke Rp1.840, dan PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) naik 3,47% ke Rp358.
Sebaliknya, pelemahan harga saham dialami oleh PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang turun 3,43% ke Rp1.690, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) turun 3,35% ke Rp1.010, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) turun 3,17% ke Rp3.660.
Selain itu, pelemahan juga dialami oleh saham PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. (PGAS) yang turun 2,61% ke Rp1.490, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 2,44% ke Rp2.800, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turun 2,12% ke Rp4.160.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menjelaskan bahwa pada perdagangan awal pekan kemarin, IHSG ditutup melesat 1,92%.
Kendati mencatatkan lonjakan signifikan, laju indeks masih dibayangi aksi jual bersih oleh investor asing senilai sekitar Rp413 miliar, dengan tekanan jual terbesar melanda saham-saham seperti BBCA, MAPI, ASII, TINS, dan DEWA.
Secara teknikal, pergerakan IHSG hari ini berpotensi kembali menanjak seiring adanya sentimen positif domestik dari pemeringkatan makroekonomi teranyar.
"IHSG berpotensi naik kembali jika mampu menembus level 6.050, dengan target penguatan jangka pendek menuju area 6.150. Katalisnya adalah penetapan stable outlook untuk Indonesia oleh S&P," paparnya dalam riset harian, Selasa (14/7).
BNI Sekuritas mematok area support indeks komposit pada perdagangan hari ini di kisaran level 5.970–6.000 dan posisi resistance pada rentang 6.100–6.150.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





