Liputan6.com, Jakarta - Arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama di Jaksel mengalami kepadatan beruntun pada Selasa (14/7/2026), imbas truk menabrak jembatan penyeberangan orang (JPO) Tendean hingga bodynya tersangkut. Dirlantas Polda Metro Jaya menyebut, kepadatan terlihat di sejumlah ruas jalan mengingat akses menuju Jalan Mampang Prapatan hingga kini belum dapat dilintasi kendaraan.
Advertisement
Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados menjelaskan, titik kemacetan terpantau memanjang mulai dari kawasan Jalan Suryo dan Jalan Senopati, yang berlanjut hingga ke Jalan Wolter Mongonsidi.
"Selain itu, kepadatan kendaraan juga terjadi dari arah timur di Jalan Warung Buncit Raya, serta adanya antrean kendaraan yang cukup panjang di Jalan HR Rasuna Said," katanya.
Robby menjelaskan guna mengurai penumpukan volume kendaraan di kawasan tersebut, petugas di lapangan menerapkan rekayasa lalu lintas dengan skema pengalihan arus, yakni kendaraan yang datang dari arah Jalan Suryo dialihkan seluruhnya menuju ke arah Jalan Wolter Mongonsidi; kendaraan dari arah Mampang yang hendak menuju kawasan Blok M dialihkan untuk melalui Jalan Warung Buncit Raya.
Selain itu, kendaraan dari arah simpang Rasuna Said diluruskan langsung menuju ke arah Warung Buncit untuk mencegah penumpukan di persimpangan.
"Para pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati, mematuhi arahan petugas di lapangan, atau menggunakan rute alternatif lain guna menghindari titik-titik kepadatan tersebut," ucapnya.
Suku Dinas (Sudin) Perhubungan Jakarta Selatan mengimbau pengendara menghindari ruas Jalan Kapten Tendean arah Blok M imbas truk pengangkut alat berat tersangkut di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean.
"Selama proses evakuasi mulai pukul 10.00, arus kendaraan menuju Blok M akan dialihkan. Kendaraan dari arah timur dialihkan di depan Polsek Mampang, sedangkan kendaraan dari Warung Buncit diarahkan melalui Underpass Mampang menuju Jalan Gatot Subroto," kata Kepala Sudin Perhubungan Jakarta Selatan, Bernad Octavianus.
Bernad mengatakan, JPO mengalami kerusakan parah setelah dihantam truk. Akibat benturan tersebut, salah satu tiang penyangga terlepas dari fondasi sehingga jembatan harus segera dievakuasi demi keselamatan pengguna jalan.
Adapun sebanyak 20 personel Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan disiagakan di sejumlah titik untuk mengatur arus lalu lintas dan mengurai kepadatan selama proses evakuasi berlangsung.




