Pertandingan semifinal yang mempertemukan Prancis dan Spanyol akan berlangsung di Arlington, Texas, Selasa waktu setempat. Duel ini menjadi ulangan semifinal Euro 2024 ketika Spanyol menyingkirkan Prancis dengan skor 2-1 sebelum akhirnya keluar sebagai juara Eropa.
Usai membawa Spanyol mengalahkan Belgia di babak perempat final, Yamal sempat ditanya apakah dirinya takut menghadapi Prancis. Dengan penuh keyakinan, pemain berusia 19 tahun itu menjawab sebaliknya.
Pernyataan tersebut sempat memicu perhatian publik. Namun Kounde menegaskan tidak ada unsur merendahkan lawan dari ucapan rekannya tersebut.
"Kami sama sekali tidak merasa itu sebagai bentuk tidak hormat. Saya mengenal Lamine dengan sangat baik. Itu hanya menunjukkan rasa percaya dirinya. Saya melihat sikap seperti itu setiap hari di Barcelona," kata Kounde.
Menurut bek Barcelona tersebut, kepercayaan diri merupakan bagian dari karakter Yamal yang justru menjadi motivasi tambahan setiap kali bertanding. Yamal tak Menarik Ucapannya Ketika kembali ditanya mengenai komentarnya, Yamal tidak mengubah pendiriannya.
Menurutnya, jawaban tersebut hanya merupakan respons jujur terhadap pertanyaan wartawan.
"Saya tahu bagaimana media bekerja. Mereka bertanya apakah saya takut menghadapi Prancis dan saya menjawab tidak. Kami adalah juara Eropa. Ini sepak bola, tidak lebih dari itu," ujar Yamal. Prancis tak Hanya Fokus Menghentikan Yamal Meski Yamal menjadi salah satu pemain paling berbahaya di turnamen ini, gelandang Prancis Adrien Rabiot menegaskan Les Bleus tidak akan membuat strategi khusus hanya untuk menghentikan satu pemain.
Baca Juga :
Prediksi Prancis vs Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026: Head to Head dan Perkiraan SkorMenurutnya, kekuatan Spanyol terletak pada permainan kolektif, penguasaan bola, serta kualitas seluruh lini serang.
"Kami tidak memiliki rencana khusus untuk Yamal. Kami fokus menghadapi seluruh tim Spanyol. Mereka berbahaya dalam penguasaan bola, kombinasi di area sempit, serta transisi menyerang," kata Rabiot. Kounde Prediksi Duel Berjalan Terbuka Kounde juga menilai semifinal ini akan menjadi pertandingan dengan kualitas tinggi karena kedua tim sama-sama memiliki filosofi menyerang.
Menurutnya, baik Prancis maupun Spanyol sama-sama nyaman menguasai bola sekaligus mampu menyerang cepat melalui transisi.
"Spanyol selalu ingin menguasai bola. Kami juga nyaman bermain dengan bola, tetapi bisa bertahan lebih dalam dan melakukan serangan balik cepat. Kami tidak boleh membiarkan mereka menguasai bola sepanjang pertandingan," jelasnya. Bermain di Hari Nasional Prancis Semifinal melawan Spanyol juga memiliki makna emosional bagi Prancis karena digelar bertepatan dengan Hari Nasional Prancis atau Bastille Day pada 14 Juli.
Namun tanggal tersebut juga mengingatkan masyarakat Prancis pada tragedi serangan teror di Nice pada 2016 yang menewaskan 86 orang.
"Kami tentu akan mengenang para korban dan keluarga mereka. Pada saat yang sama, kami ingin membuat seluruh rakyat Prancis bangga di hari nasional ini," tutup Kounde.
Pemenang laga Prancis kontra Spanyol akan menghadapi pemenang semifinal lainnya antara Inggris dan Argentina pada final Piala Dunia 2026.
*Halo sobat Medcom, buat kalian yang suka nonton bola dan nebak skor pertandingan, yuk ikutan lomba tebak skor Medcom.id yang akan hadir setiap hari dari fase grup hingga final. Nah, kita udah siapin hadiah menarik senilai jutaan rupiah buat kalian yang paling banyak menebak skor pertandingan dengan benar. So, tunggu apa lagi, yuk, daftar di sini.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)





