Bisnis.com, DENPASAR - Pengerjaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Karangasem mencapai 95% dan ditargetkan rampung akhir Juli 2026.
Sekolah Rakyat di Kabupaten Karangasem ini merupakan salah satu program strategis yang berdiri di lahan Pemerintah Provinsi Bali seluas 5,6 hektare.
Program ini bertujuan untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem dengan memperluas akses pendidikan yang merata. Program sosial Pendidikan ini dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar mendapatkan pendidikan dan fasilitas asrama yang layak.
Kemudian ruang kelas belajar siswa SD yang dilengkapi dengan meja/kursi untuk siswa dan guru, lemari, media pembelajaran papan tulis, dan infrastruktur pendukung berupa pencahayaan lengkap dengan kipas angin dan ventilasi. Fasilitas Ibadah seperti Pura, kantin, toilet, asrama siswa, fasilitas air bersih, tempat nyuci baju, hingga listrik juga sudah tersedia.
Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Ni Nengah Satriyani menjelaskan pengerjaan Sekolah Rakyat sudah mencapai 95% dan target selesai pada tanggal 30 Juli 2026. Karena 31 Juli, sebanyak 74 siswa akan belajar secara permanen di Sekolah Rakyat.
"Kami mohon waktu perbaikan dan pembersihan di lapangan. Kami komitmen menyelesaikan pekerjaan ini lengkap dengan fasilitas lainnya," ujarnya.
Baca Juga
- Daya Tampung Sekolah Rakyat Jatim Tembus 5.370 Siswa tapi Jenjang SD Masih Sepi Peminat
- Ditjen Prasarana Strategis Alokasikan Rp26,3 Triliun untuk Bangun 100 Sekolah Rakyat pada 2027
- Semen Indonesia (SMGR) Pasok Material Program Sekolah Rakyat di 4 Provinsi
Nety menjelaskan Sekolah Rakyat di Kabupaten Karangasem menerapkan bangunan hijau, dimana semua ruangan kelas dan sebagainya tidak terdapat AC, namun memiliki sirkulasi udara yang mumpuni. Terkait kebutuhan air di Sekolah Rakyat, sumbernya berasal dari dua titik sumur bor yang izinnya sudah terbit dengan kedalaman mencapai 60 meter dan memiliki volume 1,8 liter perdetik.
"Selain kami memanfaatkan saluran air bersih dari PDAM. Untuk jangka panjang, sumber air Sekolah Rakyat secara permanen akan dibangun pada tahun 2027 oleh Dirjen Cipta Karya, Kementerian PU dengan memanfaatkan sumber air di Sungai Telaga Waja, " jelasnya.
Sumber Daya Listrik di Sekolah Rakyat sudah cukup aman, karena daya listriknya diambil langsung dari Gardu PLN berkekuatan 345.000 VA (setara 345 kVA). Sebagai pendukungnya, kami menyiapkan mesin genset untuk cadangan sumber daya listrik.
Secara umum, bangunan Sekolah Rakyat yang sudah dikerjakan meliputi gedung SD sebanyak 18 kelas dengan kapasitas mencapai 540 siswa, gedung SMP dan gedung SMA masing – masing memiliki jumlah 9 kelas dengan kapasitas mencapai 270 siswa, asrama SD memiliki 4 bangunan dengan 8 kamar untuk kapasitas 136 siswa, asrama SMP dan asrama SMA masing – masing memiliki 2 bangunan dengan 8 kamar untuk kapasitas 136 siswa, Rusun Guru memiliki 2 bangunan dengan 24 ruang untuk kapasitas 52 guru, dan gedung serbaguna berkapasitas 750 siswa, selain juga terdapat lapangan sepakbola, lapangan basket, dan tempat ibadah.
Sementara berkaitan dengan kesiapan prasarana pendidikan dan makanan anak – anak siswa di Sekolah Rakyat, Direktur Pemberdayaan Sosial Komunitas Adat Terpencil Kemensos, Ketut Supena menjelaskan para siswa akan mendapatkan prasarana pendidikan secara gratis yang meliputi dari pakaian sekolah, buku, mendapat laptop, hingga makanan bergizi selama 3 kali dalam sehari.
Sesuai agenda sebelum belajar, siswa di Sekolah Rakyat juga akan mendapatkan cek kesehatan gratis, tes kebugaran, tes DNA yang diperuntukkan untuk mengetahui potensi dan kekurangan dari masing – masing siswa sekaligus mendeteksi bakat minat yang dimiliki, sehingga kekurangan yang dimiliki bisa diminimalisir.
Untuk jumlah siswa yang terdaftar di Sekolah Rakyat dan kesiapan tenaga pendidik (Guru), Kepala Dinsos P3A Provinsi Bali, Kepala Disdikpora Provinsi Bali, dan Kepala Sekolah Rakyat, Putu Jaya Negara melaporkan jumlah siswa yang sudah mendaftar itu SD baru 19 siswa, SMP dan SMA masing – masing ada 90 siswa.
Adapun kondisi guru, untuk sementara guru SD melibatkan non-ASN yang sudah memiliki kompetensi dan bekerja selama 3 bulan. Guru SMP saat ini jumlahnya ada 11 orang yang didatangkan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karangasem, dan guru SMA masih berstatus guru tamu yang berasal dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Sebagai jangka panjang, kebutuhan guru di Sekolah Rakyat sedang direkrut oleh Pemerintah Pusat.





