Respons Rating S&P, Bos OJK Pede Fundamental Ekonomi dan Sistem Keuangan RI Tetap Terjaga

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi alias Kiki mengatakan, keputusan S&P Global Ratings menjadi sinyal positif atas terjaganya fundamental ekonomi, dan stabilitas sistem keuangan Indonesia dalam menghadapi dinamika global.

Kiki juga menyambut baik keputusan S&P Global Ratings, yang mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia pada level BBB dengan outlook Stabil.

Baca Juga :
S&P Pertahankan Rating Kredit RI, Purbaya: Siap-siap Beli Saham dan Jual Dolar!
Meski Tembus 40,54 Persen terhadap PDB, Purbaya Sebut Rasio Utang RI Masih Aman

"Penilaian ini sekaligus menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat kinerja sektor jasa keuangan, dan melanjutkan reformasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," kata Kiki dalam keterangannya, Selasa, 14 Juli 2026.

S&P Global Ratings
Photo :
  • [Istimewa]

Dalam laporannya, S&P menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap didukung oleh permintaan domestik yang kuat, kebijakan fiskal yang prudent, serta kerangka kebijakan yang kredibel dan fleksibel dalam menjaga stabilitas makroekonomi.

Seiring dengan itu, OJK akan terus menjalankan berbagai upaya penguatan sektor jasa keuangan melalui penguatan pengawasan terintegrasi berbasis risiko, pendalaman pasar keuangan, dan peningkatan integritas dan tata kelola pasar.

Selain itu, juga melalui percepatan transformasi digital sesuai amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Kiki mengatakan, berbagai upaya tersebut dilakukan untuk memperluas kapasitas sektor keuangan, dalam memobilisasi pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha dan pembangunan nasional.

"Langkah ini sekaligus mendukung agenda program strategis Indonesia, termasuk peningkatan investasi, transformasi ekonomi, dan penguatan daya saing nasional," ujar Kiki.

Dia menambahkan, sektor jasa keuangan nasional tetap berada dalam kondisi yang stabil, didukung oleh permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, dan profil risiko yang terjaga. Selain itu, hal itu juga didukung oleh intermediasi yang terus berkembang, sehingga mampu mendukung stabilitas sistem keuangan dan pembiayaan perekonomian.

Sebagai bagian dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), OJK memastikan akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk menjaga stabilitas sistem keuangan serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Baca Juga :
Ungkap Risiko Penyalahgunaan AI hingga Ancaman Geopolitik ke Industri Keuangan RI, Begini Solusi OJK
Soal Rating Kredit S&P, Purbaya: Lembaga Internasional yang Jujur Melihat Kebijakan Kita Baik
Airlangga Sebut Rating Kredit dari S&P Cerminkan Kepercayaan atas Kredibilitas Kebijakan Ekonomi RI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Febrie Terus Bergulir: Emas 74 Kg Diuji, Kejagung Mulai Dalami Perkara
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Universitas Amikom Yogyakarta Ubah Kawasan Merokok jadi Ruang Kolaborasi Kreatif
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Kemensos Bersih-bersih Data Bansos, ASN dan Pelaku Judi Online Dicoret dari Daftar Penerima | JMP
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Sudin KPKP Jakbar Temukan Dugaan Praktik Jagal Anjing di Cengkareng
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pembebasan Lahan Jadi Fokus Normalisasi Ciliwung
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.