Jejak Karbon di Balik Maraton, Maybank Marathon Targetkan Netral pada 2030

katadata.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Emisi karbon dari gelaran olahraga skala besar, seperti ajang lari maraton, menjadi tantangan baru di era pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Maybank Marathon, salah satu event maraton yang diselenggarakan oleh Maybank Indonesia, menargetkan bisa mencapai netral karbon pada 2030.

Maybank Marathon 2025, event maraton tahunan yang digelar di Bali, menghasilkan emisi karbon sekitar 4.336 ton CO2e. Karbon dioksida (CO2) merupakan salah satu gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap perubahan iklim global, di antaranya menyebabkan pemanasan suhu permukaan bumi.

Head of Sustainability Maybank Indonesia Maria Trifanny Fransiska mengatakan pencatatan jejak karbon untuk event maraton ini justru mencerminkan komitmen perusahaan untuk lebih mawas diri terhadap pengelolaan emisi karbon.

“Kita mau menjadikan event maraton kita sebagai contoh atau sebagai event maraton yang bebas karbon, netral karbon pada 2030,” kata Maria, dalam diskusi di Sustainabili-tea Session, pada Selasa (14/7).

Maybank Marathon, yang diselenggarakan rutin sejak 2012, mulai menghitung jejak karbon tahun lalu. Catatan inilah yang akan dijadikan baseline, acuan atau batas emisi karbon maksimal yang dapat ditimbulkan dari Maybank Marathon tahun-tahun berikutnya.  

“Tahun ini yang kita lakukan adalah meningkatkan, bagaimana inisiatif Jejak Hijau ini semakin dikenal, mendapat antusias dari para pelari untuk ikut serta. Sampai nanti 2030 kita merayakan bersama-sama hasil yang sudah diupayakan,” ucap Maria.

Akomodasi dan Transportasi Sumbang Emisi Karbon Tertinggi

Dalam perhitungan jejak emisi karbon, Maybank Indonesia menggandeng climate tech Jejakin sebagai mitra. Dalam forum tersebut, ESG Lead Jejakin Dwiputra Ahmad Ramdani menjelaskan, kalkulator karbon ini mencatat dan menghitung emisi yang dihasilkan setiap orang yang hadir di Maybank Marathon 2025.

“Jadi perjalanan dari rumah ke Bali itu misalkan dari bandara Soekarno-Hatta ke bandara Denpasar itu semua yang dihitung. Akomodasi, travel, danwaste saat acara juga dihitung,” ujar Ramdan.

Perhitungan ini menggunakan kerangka Carbon Neutral Protocol dari Climate Impact Partners, kerangka yang sama digunakan oleh London Marathon. 

Seluruh pihak yang terlibat akan dicatat dan dihitung karbonnya, termasuk penyelenggara. Adapun emisi terbesar berasal peserta maraton yang jumlahnya tembus 1.500 orang dan berasal dari 52 negara berbeda.

“Saat itu kita mengembangkan simple web, platform di mana para peserta tinggal scan dan nanti tinggal isi data,” kata Ramdan. 

Hasilnya, ada 4.336 ton CO2e yang tercatat dan sumber terbesar berasal dari perjalanan dan akomodasi sebanyak 4.320 ton CO2e. Lalu disusul emisi dari lokasi penyelenggaraan acara sebesar 15,81 ton COe dan sampah yang dihasilkan 1,08 ton CO2e.

Ramdan mengatakan emisi ini timbul dari penggunaan peralatan elektronik di hotel dan di lokasi acara, kendaraan selama di Bali, sampah yang dihasilkan selama kegiatan, dan sebagainya. 

“Dari sisi travel, kan ada peserta dari 52 negara ya, itu semua terbang ke Bali. Kalau kita lihat 60% dari Jakarta. Jadi emisi ketika penerbangan itu menjadi salah satu faktor utama,” ujarnya.

Untuk menekan emisi karbon yang dihasilkan, Maria menjelaskan sejumlah cara yang akan diterapkan pada Maybank Marathon 2026. Di antaranya bermitra dengan hotel yang memiliki green certification dan perusahaan bidang transportasi untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik.

“Termasuk nanti marshall yang mengawal para pelari juga akan menggunakan kendaraan listrik,” ucap dia.

Di samping itu, penyelenggara akan menyediakan shuttle service, yang akan memboyong para peserta ke lokasi penyelenggaraan yaitu Bali United Training Center (BUTC).

Kemudian, selain pengelolaan sampah di lokasi misalnya dengan penyediaan fasilitas pilah sampah, penggunaan bendera ramah lingkungan, water station, dan penggunaan gelas guna ulang, Maybank akan mengolah kembali sampah organik dengan larva black soldier fly di fasilitas yang telah dikembangkan perusahaan sejak 2024.

Beberapa hal tersebut akan dilakukan sembari mengedukasi para peserta untuk memilih opsi-opsi yang ramah lingkungan.

Maria mengatakan, upaya mereduksi emisi karbon tidak bisa benar-benar mencapai nol. Sebab itu, akan dilakukan offset karbon sebagai langkah terakhir. Salah satunya dengan penanaman mangrove di pesisir Bali, tepatnya di Arboretum Park, Benoa.

Mangrove dikenal efektif untuk menangkap dan menyimpan karbon, bahkan kemampuannya disebut-sebut lebih ‘dahsyat’ dari pohon di daratan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menjaga Toleransi dan Merawat Keberagaman Lewat Kolaborasi Komunitas
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Goal Aksis Cimahi dan Akademi Persib Bandung Juara di Kudus
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dukung Pemerataan Pendidikan, Nindya Karya Rampungkan 20 Sekolah Rakyat di 4 Provinsi
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Rupiah Ditutup Naik Tipis ke Level Rp18.091/USD Hari Ini
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Uang Muka untuk Haji 2027 Mencapai Rp 4 Triliun, DPR Soroti Kelengkapan Dokumen
• 22 menit lalukompas.id
Berhasil disimpan.