Instagram Cuan dari Konten Biadab, Kelakuan Bos Meta Diungkap

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Instagram Logo (AP/Jenny Kane)

Jakarta, CNBC Indonesia - Peredaran konten yang berisi kekerasan seksual pada anak di platform milik Meta sangat marak. Bahkan, sebuah investigasi oleh BBC mengungkap bahwa Instagram meraup cuan dari peredaran material 

Meta adalah perusahaan induk dari Instagram, Facebook, dan WhatsApp. Selama bertahun-tahun, perusahaan yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg tersebut terus berkelit dari permasalahan peredaran konten kekerasan pada anak di platform milik mereka. Parahnya, Meta malah mengambil langkah untuk menghapus tim moderator manusia dan menggantinya dengan AI.

Kini, laporan investigasi terbaru dari BBC menemukan bahwa Instagram menerima pembayaran dari iklan yang mempromosikan konten kekerasan seksual pada anak di India.


Temuan BBC menunjukkan bahwa AI gagal membendung peredaran konten terlarang di Instagram. Paling tidak, menggambarkan bahwa kemampuan AI tidak lebih baik dari moderator manusia.

Pilihan Redaksi
  • Fitur Baru Instagram Bikin Heboh Dikecam Warga, Nasibnya Begini
  • Pemerintah Kasih Peringatan Keras, Berani Bantah Kena Denda Jumbo

Iklan yang beredar di Instagram di India mengandung kata seperti "video pemerkosaan" dan "video anak." Dalam konten tersebut, tercantum tautan ke kanal Telegram tempat anggotanya membeli material seharga US$ 1 atau sektar Rp 17 ribu.

Temuan BBC mengguncang pemerintah India. Kementerian Elektronik dan Teknologi Informasi memerintahkan Meta untuk mematikan semua iklan dan promosi terkait kekerasan seksual pada anak.

Kepada BBC, Meta menyatakan telah menonaktifkan iklan dan akun terkait iklan tersebut telah disuspensi.

"Tidak ada sistem yang sempurna dan proses review kami tidak mendeteksi pelanggaran kebijakan." kata juru bicara Meta.

Eks VP di Facebook, Brian Boland menyatakan kepada BBC bahwa algoritma Instagram dirancang untuk memaksimalkan keuntungan, bukan memblokir konten.

"Yang menyedihkan dan tragis selama ini, trade-off [pertimbangan pertukaran] antara pendapatan dan pengalaman pengguna selalu menjadi pembicaraan," kata Boland.

Dalam sidang di New Mexico, Amerika Serikat, Meta sudah dinyatakan bersalah karena berbohong soal tingkat keselamatan di platformnya, untuk pengguna anak. Pada Maret, juri menyatakan Meta membiarkan konten kekerasan seksual pada anak beredar, bahkan menyebut Meta menjadikan platformnya sebagai marketplace untuk trafficking anak.

"Bos di Meta tahu bahwa produk mereka berdampak buruk pada anak, tidak menghiraukan peringatan dari pegawai sendiri, dan berbohong ke publik," kata jaksa New Mexico, Raul Torrez.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Perkuat Konektivitas, Komdigi Bangun Jaringan-Lelang Frekuensi

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ledakan di MAN 3 Padang, Densus 88 Sebut Pelaku Belajar Merakit Bom dari Internet
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Mengungkap Makna Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah
• 12 jam lalukompas.com
thumb
PSEL Bali Mulai Dibangun, Tampung 1.500 Ton Sampah Tiap Hari di 2027
• 22 jam laludetik.com
thumb
Argentina Minta Izin FIFA Pakai Jersey Tandang saat Lawan Inggris, Ini Alasannya
• 15 jam lalumedcom.id
thumb
Warga Nunukan Protes Jalan Lumpuh Total, Geruduk DPRD Kaltara
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.