Mendagri Ingin Integritas dan Kapasitas Kepala Desa Diperkuat

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian ingin integritas dan kapasitas kepala desa diperkuat. Tito menyoroti masih banyaknya kepala desa tersandung persoalan hukum.

"Hampir tiap minggu saya menerima surat permintaan dari penegak hukum untuk menjadi saksi ahli karena adanya kepala desa yang diproses hukum, baik oleh kepolisian maupun kejaksaan," kata Tito dikutip dari Antara, Selasa, 14 Juli 2026.

Tito menyebut hal itu terjadi karena lemahnya integritas dan kapasitas dalam mengelola pemerintahan desa. Terutama, setelah desa menerima alokasi dana desa dari pemerintah pusat.

Pemaparan disampaikan Tito saat membuka program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II di Balai Purnomo Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Selasa, 14 Juli 2026. 
 

Baca Juga :

Mendagri: Indonesia Punya Kerajinan Tangan Paling Beragam di Dunia

Menurut Tito, meningkatnya risiko hukum tidak terlepas dari besarnya dana desa yang kini dikelola pemerintah desa. Jika terjadi penyalahgunaan keuangan negara, kata dia, kepala desa dapat dijerat tindak pidana korupsi.

"Dulu desa tidak menerima anggaran negara seperti sekarang. Sekarang menerima dana negara, maka kalau salah mengelola dan merugikan keuangan negara tentu ada konsekuensi pidananya," ujar Tito.

Tito menilai persoalan utama bukan hanya integritas, tetapi juga kapasitas kepala desa. Ia menyebut mayoritas kepala desa berlatar belakang pendidikan SMA sehingga belum tentu memiliki kemampuan administrasi pemerintahan dan tata kelola keuangan negara yang memadai.

"Mengelola pemerintahan desa, menyusun APBDes, administrasi, surat-menyurat sampai mengelola anggaran negara itu membutuhkan kemampuan. Belum tentu semua kepala desa memiliki pengalaman birokrasi sebelumnya," kata Tito.

Selain itu, Tito menyinggung tingginya biaya politik dalam pemilihan kepala desa. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri terhadap kualitas tata kelola pemerintahan desa.

"Yang terpilih belum tentu integritasnya baik. Popularitas dan kemenangan dalam Pilkades tidak otomatis menjamin kemampuan maupun integritas seseorang," ujar Tito.

Di sisi lain, Tito menegaskan pemerintah tetap berkomitmen memperkuat pembangunan desa. Menurutnya, desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi agar Indonesia tidak mengalami dampak urbanisasi seperti yang terjadi di Jepang dan Korea Selatan.

Ia menjelaskan pembangunan desa penting untuk menahan laju perpindahan penduduk ke kota yang berpotensi memunculkan berbagai persoalan sosial sekaligus menjaga bonus demografi Indonesia.

Karena itu, pemerintah terus memperkuat desa melalui Undang-Undang Desa, pembentukan Kementerian Desa, hingga pengalokasian dana desa yang mencapai sekitar Rp60 triliun hingga Rp70 triliun setiap tahun.

Meski demikian, Tito mengakui masih banyak persoalan yang harus dibenahi. Agar, pengelolaan dana desa semakin akuntabel dan pembangunan desa berjalan optimal.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri La Ode Ahmad Pidana Bolombo mengatakan, program Kepala Desa Masuk Kampus digelar untuk meningkatkan kompetensi para kepala desa, terutama dalam aspek manajerial, kepemimpinan, dan tata kelola pemerintahan.


Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Foto: Antara

Menurut La Ode, kepala desa perlu memahami ilmu manajemen, kepemimpinan, serta aturan dalam Undang-Undang Desa agar mampu mengelola organisasi pemerintahan desa secara profesional dan terhindar dari pelanggaran hukum.

"Kepala desa harus memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, termasuk konsekuensi hukumnya. Dengan peningkatan kapasitas ini diharapkan tata kelola pemerintahan desa menjadi semakin baik dan akuntabel," kata La Ode.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Mahasiswa, dan Alumni Universitas Indonesia Hamdi Muluk mengatakan, pembangunan desa memiliki peran strategis bagi kemajuan Indonesia. Menurutnya, hal itu sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa yang menempatkan desa sebagai fondasi pembangunan nasional.

"Pendiri bangsa kita, Mohammad Hatta, pernah mengingatkan bahwa, 'Nyala Indonesia berasal dari cahaya-cahaya yang bersumber dari desa,'" kata Hamdi.

Acara tersebut turut dihadiri sivitas akademika UI, Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Safrizal ZA, serta pejabat terkait lainnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Taj Yasin Tinjau Hasil Bantuan RTLH Pemprov Jateng di Kebumen
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Pelatnas Sepak Takraw di Parepare, Tasming Hamid Yakin Indonesia Raih Prestasi Gemilang di Asian Games 2026
• 53 menit laluharianfajar
thumb
Tak hanya Efisiensi, Agenda Perampingan BUMN Didorong Ciptakan Nilai Tambah
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Pengguna Paylater Terus Naik, Ini Imbauan bagi Masyarakat
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Wasit Viral Piala Dunia 2026 Kembali Beraksi! FIFA Percayakan Semifinal Prancis vs Spanyol kepada Ivan Barton
• 3 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.