BEKASI, KOMPAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menegaskan akan menindak tegas praktik perpeloncoan maupun perundungan (bullying) selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027.
Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe mengatakan, Pemkot Bekasi tidak akan mentoleransi segala bentuk kekerasan yang terjadi selama kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.
"Kami tidak mentoleransi perundungan ataupun bentuk kekerasan lainnya. Kalau ada seperti itu, pasti kami akan tindak," ujar Harris saat ditemui di Plaza Pemkot Bekasi, Selasa (14/7/2026).
Baca juga: Pimpinan Komisi X: MPLS Bukan Ajang Intimidasi atau Perpeloncoan
Menurut Harris, seluruh sekolah telah diinstruksikan agar pelaksanaan MPLS diisi dengan kegiatan yang bersifat edukatif dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik baru.
Ia menegaskan, MPLS harus menjadi sarana bagi siswa untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah, bukan menjadi ajang intimidasi atau tindakan yang merendahkan martabat peserta didik.
"Mereka justru kami isi dengan pembelajaran yang baik. Baik mental maupun kasih. Dan kami bina sebelum mereka siap menerima pelajaran," kata Harris.
SPMB juga jadi bahan evaluasiSelain memastikan MPLS berjalan aman dan bebas kekerasan, Pemkot Bekasi juga mengevaluasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 sebagai bahan perbaikan untuk tahun berikutnya.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah sinkronisasi data kependudukan dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
"Tentunya pertama sistem itu akan terus kami benahi. Kedua, masih ada yang perlu disinkronisasi dengan Disdukcapil terkait data penduduk. Ini juga akan kami coba perbaiki ke depan," ujarnya.
Baca juga: Teror di Hari Pertama Sekolah: Ancaman Bom Batalkan MPLS di SDN Srengseng Sawah 15
Harris juga mengungkapkan, Pemkot Bekasi berupaya menghapus stigma sekolah unggulan dengan meningkatkan kualitas seluruh sekolah negeri secara merata.
Di sisi lain, pemerintah berencana menambah ruang kelas baru untuk mengakomodasi pertumbuhan jumlah peserta didik setiap tahun.
"Kami akan berupaya ke depan bahwa semua sekolah itu sama, tidak ada sekolah unggulan. Kami juga membangun ruang-ruang baru agar dapat menampung lebih banyak warga," ucap Harris.
Secara umum, Harris menilai pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan dengan baik meski masih terdapat sejumlah kekurangan yang akan menjadi bahan evaluasi.
"Soal kekurangan pasti ada, tetapi ini akan terus kita perbaiki," kata Harris.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




