Polda Jambi Mengungkap Pembobolan Rekening 6.609 Nasabah Bank Jambi, Kerugian Mencapai Rp144,82 Miliar

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi mengungkap kasus pembobolan rekening 6.609 nasabah Bank Jambi dengan total kerugian mencapai Rp144,82 miliar, serta menetapkan tiga tersangka yang diduga menjadi bagian dari jaringan kejahatan siber internasional yang melibatkan warga negara asing asal Bulgaria.

Direktur Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Taufik Nurmandia mengungkapkan, "Dalam pengungkapan tersebut, penyidik menetapkan tiga orang tersangka yang diduga menjadi bagian dari jaringan kejahatan siber internasional yang melibatkan warga negara asing (WNA) asal Bulgaria."

Kasus ini bermula dari laporan polisi Nomor LP/B/112/IV/2026/SPKT/Polda Jambi yang dibuat pada 2 April 2026, sementara hasil penyelidikan menunjukkan aksi pembobolan rekening berlangsung pada Minggu, 22 Februari 2026.

Dana milik ribuan nasabah dipindahkan secara bertahap, kemudian dikonversi menjadi aset kripto sebelum seluruhnya dikirim ke dompet digital di luar Indonesia dalam waktu hanya beberapa jam.

Kronologi dan Peran Para Tersangka

Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jambi melakukan penyelidikan intensif melalui pemeriksaan saksi, analisis digital forensic, penelusuran aliran dana bersama Bank Jambi dan vendor sistem, serta pengembangan perkara hingga ke Jawa Barat berdasarkan data transaksi dan log platform aset kripto.

Hasil penyidikan mengungkap peran DD (32), warga Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, yang bertindak sebagai koordinator jaringan sekaligus penghubung langsung dengan dua WNA Bulgaria berinisial Alcaz dan Tsevetanov Radoslan Ivanov.

DD kemudian merekrut TAS (33), seorang pengemudi online asal Kabupaten Bandung, yang bertugas mencari masyarakat yang bersedia membuka rekening bank dan akun aset kripto dengan imbalan sekitar Rp5 juta untuk setiap orang.

AA (35) berperan membantu administrasi dengan melakukan proses verifikasi identitas atau Know Your Customer (KYC) serta mendata seluruh rekening bank dan akun aset kripto yang berhasil dibuat.

Dalam periode Oktober 2025 hingga Januari 2026, jaringan tersebut berhasil merekrut 45 pengemudi online yang kemudian menyerahkan rekening bank dan akun aset kripto kepada jaringan WNA Bulgaria.

Penyidik mengungkap seluruh akun tersebut dikendalikan oleh jaringan WNA Bulgaria dari wilayah Jakarta Utara.

Sekitar satu minggu sebelum pembobolan terjadi, DD menerima informasi dari Alcaz bahwa akan terjadi "serangan" terhadap sebuah bank.

Setelah pembobolan berhasil dilakukan, kedua WNA Bulgaria kembali menghubungi DD dan memberitahukan bahwa aksi peretasan telah berhasil.

Penyidikan Berlanjut dan Pelaku Utama Masih Diburu

Dalam pengembangan perkara, penyidik berhasil membekukan aset hasil kejahatan senilai sekitar Rp18,94 miliar.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa hasil digital forensic, data transaksi nasabah, serta dokumen elektronik yang berkaitan dengan aliran dana hasil kejahatan.

Kombes Pol Taufik Nurmandia menegaskan, "Kami berhasil mengungkap peran tiga tersangka yang menjadi bagian dari jaringan kejahatan siber internasional. Modus mereka adalah merekrut masyarakat untuk membuka rekening dan akun kripto yang kemudian dikuasai pelaku utama di luar negeri sebagai sarana pencucian uang hasil pembobolan rekening nasabah Bank Jambi."

Ia menambahkan, "Kami akan terus mengejar aktor intelektual yang berada di luar negeri melalui kerja sama dengan instansi terkait dan jalur penegakan hukum internasional. Fokus kami tidak hanya menangkap pelaku, tetapi juga mengupayakan pemulihan aset agar kerugian dapat diminimalkan."

Penyidik masih memburu pelaku utama yang diduga merupakan WNA asal Bulgaria, menelusuri aset lain yang diduga berasal dari tindak pidana tersebut, serta mengembangkan kemungkinan adanya tindak pidana lain dalam perkara ini.

Para tersangka dijerat dengan pasal terkait akses ilegal terhadap sistem elektronik dan tindak pidana pencucian uang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bali United Rekrut Gelandang Brasil Queven da Silva Inacio untuk Hadapi Super League 2026/2027
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Update Pencairan Bansos PKH dan BPNT Disalurkan 20 Juli, Siapkan Data di cekbansos.kemensos.go.id
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Mentan Andi Amran Pastikan Pengembangan Kopi Gayo Berlanjut dengan Tambahan 17 Juta Bibit pada 2026
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Dokter Jantung Ungkap Waktu Terbaik Minum Kopi, Sebaiknya Sebelum Jam 2 Siang
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Piala Dunia 2026 Main Lagi Kapan? Ini Jadwal Semifinal Prancis vs Spanyol dan Inggris vs Argentina
• 18 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.