VIVA – Fashion show di Indonesia kini tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan koleksi terbaru, tetapi juga ruang bagi para desainer untuk mengeksplorasi identitas, budaya, dan kreativitas. Berbagai panggung mode mulai menampilkan perpaduan unsur tradisional dengan sentuhan modern, mencerminkan bagaimana industri fashion terus berkembang mengikuti perubahan selera sekaligus tetap mempertahankan akar budaya.
Salah satu pendekatan yang masih banyak dijumpai adalah penggunaan wastra sebagai sumber inspirasi. Sebagaimana kita ketahui, wastra merupakan istilah yang merujuk pada kain tradisional Nusantara yang memiliki nilai budaya dan filosofi, seperti batik, tenun, songket, ulos, hingga lurik.
Kini, wastra tidak lagi hanya dikenakan dalam bentuk busana tradisional, tetapi juga diolah menjadi koleksi bergaya kontemporer yang dipadukan dengan potongan modern, material baru, bahkan konsep futuristik. Perpaduan tersebut menjadi salah satu warna yang kerap muncul dalam berbagai fashion show di Indonesia.
Pendekatan serupa juga terlihat dalam Malang Fashion Runway yang digelar pada 11–12 Juli 2026 di Grand Hall Malang Town Square. Memasuki penyelenggaraan tahun ketujuh, ajang ini mengusung tema Fantastisca, yang memadukan imajinasi tanpa batas dengan estetika dalam karya-karya fashion Indonesia.
Tema tersebut diterjemahkan melalui tiga filosofi utama, yakni The Unbound Imagination, yang menggambarkan fashion sebagai media ekspresi yang bebas mengeksplorasi inspirasi dari mitologi, mimpi, hingga visi masa depan.
Kemudian The Refined Beauty, yang menekankan keseimbangan, nilai estetika, dan kualitas artistik dalam setiap karya.
Sementara The Sacred Seven menjadi simbol perjalanan penyelenggaraan yang telah memasuki tahun ketujuh sekaligus mencerminkan keberagaman kreativitas para desainer. Sebanyak 58 desainer dari Kota Malang, berbagai daerah di Jawa Timur, hingga sejumlah kota di Indonesia menampilkan koleksi mereka.
Ragam karya yang dihadirkan memperlihatkan beragam pendekatan desain, mulai dari inspirasi budaya hingga eksplorasi konsep yang lebih modern dan imajinatif. Penyelenggara juga mengajak tamu dan pengunjung mengenakan dress code Fantastica Wastra dan Aesthetica in Blue.
Ajang ini sendiri merupakan salah satu bentuk komitmen dalam mendukung industri fashion nasional sekaligus memberikan ruang bagi para desainer untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.





