Padang: Kepolisian menyelidiki motif dari peristiwa ledakan bom di MAN 3 Padang, Sumatra Barat (Sumbar) pada Selasa, 14 Juli 2026, yang dilakukan seorang siswa berinisial R, 17. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang Kompol M Yasin menerangkan, berdasarkan pemeriksaan awal menemukan motif bullying yang dialami pelaku.
"Dari pemeriksaan awal kami temukan kalau motif pelaku R adalah risak," kata Yasin, di Padang, melansir Antara.
Kepada petugas, R mengaku tidak berniat untuk meledakkan atau membakar bom yang ia rakit. Namun karena tekanan mental yang cukup besar, R nekat meledakkannya pada Selasa, 14 Juli.
Baca Juga :
Ledakan di MAN 3 Padang, Densus 88: Petasan hingga Baut DiamankanDari pemeriksaan awal juga terungkap bahwa R mempelajari cara membuat peledak dari internet secara otodidak. Untuk bahan baku dan alat-alat yang diperlukan, R mencarinya di toko daring lalu merakitnya seorang diri.
Pelaku belajar merakit sejak sekitar empat bulan terakhir, perakitan dilakukannya secara diam-diam tanpa sepengetahuan orang tua maupun keluarga yang lain.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang Kompol M Yasin. ANTARA/FathulAbdi
Selama ini benda yang telah dirakit oleh R itu disimpan di rumahnya. Kemudian, pada Selasa, 14 Juli, benda berbahaya tersebut dibawa ke sekolah lalu diledakkan.
Peristiwa peledakan bom itu sempat mengagetkan warga sekolah dan merusak sejumlah barang, namun tidak menimbulkan korban jiwa.
Hingga Selasa malam, R masih diamankan di Kantor Polresta Padang untuk pemeriksaan awal didampingi langsung oleh kedua orang tuanya. Sembari melakukan pemeriksaan awal, Polresta Padang juga menunggu petunjuk serta koordinasi dari Mabes Polri serta Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror untuk penanganan lebih lanjut.




