Rupiah Menguat Tipis, Masih Terdongkan Sentimen Positif dari SdanP

katadata.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Nilai tukar rupiah menguat 0,1% ke level 18.091 per dolar AS pada perdagangan sore ini. Rupiah menguat ditopang sentimen positif dari laporan S&P Ratings yang menegaskan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan outlook stabil.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, laporan S&P memberikan sentimen positif terhadap rupiah, meski pasar global masih dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Para pelaku pasar, menurut dia, masih mencermati meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran setelah Presiden Donald Trump mengumumkan pemberlakuan kembali blokade angkatan laut terhadap Iran. Selain itu, pemerintah AS juga akan mengenakan biaya sebesar 20% terhadap kargo yang melintasi Selat Hormuz untuk menutup biaya pengamanan.

"Militer AS mengatakan akan mulai memberlakukan blokade mulai Selasa, menargetkan lalu lintas kapal yang terkait dengan Iran sambil mengizinkan pengiriman komersial netral untuk terus melewati jalur air tersebut,” kata Ibrahim.

Ia menjelaskan, investor masih mengkhawatirkan potensi gangguan pasokan energi global menyusul eskalasi konflik yang kembali meningkat. Kekhawatiran tersebut muncul setelah Iran melancarkan serangan drone terhadap aset AS di Kuwait, menyerang sebuah kapal di Selat Hormuz menggunakan rudal jelajah, serta adanya laporan dua kapal tanker Uni Emirat Arab diserang di perairan Oman.

Menurut Ibrahim, konflik terbaru tersebut semakin mengikis harapan pelaku pasar terhadap meredanya ketegangan di kawasan Teluk. Teheran juga telah memperingatkan bahwa aksi militer AS yang berlanjut dapat memicu serangan lanjutan terhadap infrastruktur energi regional.

Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia yang kemudian menekan pasar keuangan global dan meningkatkan kembali kekhawatiran terhadap inflasi.

Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati pernyataan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller yang membuka peluang kenaikan suku bunga apabila inflasi Amerika Serikat kembali meningkat.

 "Waller menyatakan jika data inflasi konsumen atau CPI yang dirilis pekan ini menunjukkan kenaikan, maka Federal Reserve perlu mempertimbangkan kembali kenaikan suku bunga dalam waktu dekat," ujar Ibrahim.

Sementara dari dalam negeri, sentimen positif datang dari S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan prospek stabil. Lembaga pemeringkat tersebut juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu bertahan di kisaran 5% per tahun dalam tiga tahun mendatang.

Menurut Ibrahim, optimisme tersebut didukung oleh pengelolaan kebijakan ekonomi makro yang dinilai prudent serta rasio utang pemerintah dan utang luar negeri yang relatif lebih rendah dibandingkan negara lain dengan peringkat serupa.

Pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh belanja fiskal dan kebijakan penghiliran (hilirisasi), yang tidak lepas dari sentimen terhadap eksekusinya. S&P menilai kebijakan pemerintah terkait dengan hilirisasi dan penguatan kontrol terhadap sumber daya mineral berpotensi meningkatkan pertumbuhan penerimaan dan penghasilan ekspor.

Meski demikian, Ibrahim mengingatkan bahwa prospek tersebut masih dibayangi ketidakpastian global. S&P mencatat, walaupun ekonomi Indonesia tumbuh 5,6% pada kuartal I 2026, pasar keuangan domestik tetap mengalami tekanan sepanjang semester pertama tahun ini.

Pasar saham kehilangan lebih dari 30% kapitalisasi pasar, sedangkan nilai tukar rupiah sempat melemah sekitar 7% terhadap dolar AS.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejagung Janji Bakal Telusuri "Bunker" Lain Diduga Milik Febrie Adriansyah
• 19 jam lalukompas.com
thumb
KPK Limpahkan Berkas Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil Qoumas dan KPK Siap Buka Fakta di Persidangan
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Benny K Herman Desak Prabowo Bentuk TPF Terkait Polri-Kejagung
• 12 jam laludisway.id
thumb
Keluarga Beberkan Sosok PW Diduga Mafia Tanah yang Tipu Mbah Lanjarsari
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Ombudsman RI dan Pemerintah Kota Ambon Perbarui Kerja Sama untuk Tingkatkan Pelayanan Publik di Era Media Sosial
• 20 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.