Trump Ancam Serang Pembangkit Listrik dan Jembatan Iran Pekan Depan

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pada Selasa, 14 Juli 2026, bahwa operasi militer terhadap Iran akan terus berlanjut dan semakin intensif dalam beberapa hari mendatang.

Ia bahkan mengancam akan mulai menargetkan pembangkit listrik dan jembatan-jembatan di Iran pekan depan apabila Teheran tidak kembali ke meja perundingan.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan pasukan Amerika saat ini terus menggempur berbagai aset militer dan infrastruktur di sepanjang wilayah pesisir Iran.

"Kami menghantam mereka dengan sangat, sangat keras. Kami menyerang setiap hal yang mereka miliki di sepanjang pantai dan kawasan pesisir," kata Trump.

"Serangan itu akan terus berlanjut sampai saya mengatakan sudah cukup," lanjutnya.

Ketika ditanya apakah pemerintahannya mempertimbangkan untuk menyerang fasilitas energi Iran, Trump mengisyaratkan bahwa target tersebut hanya tinggal menunggu waktu.

"Saya akan menyimpan target energi untuk tahap terakhir, tetapi pada akhirnya kami akan menyerang target-target energi," ujarnya.

Trump kemudian menyampaikan ancaman yang lebih jauh dengan menyebut bahwa Washington tengah menyiapkan serangan terhadap infrastruktur sipil strategis Iran apabila tidak ada perkembangan dalam proses diplomasi.

"Kami akan menghantam mereka dengan sangat keras malam ini. Kami akan menghantam mereka sangat keras besok malam. Kami akan menghantam mereka sangat keras pada malam berikutnya, dan pekan depan situasinya akan menjadi sangat buruk bagi mereka," kata Trump.

"Karena pekan depan akan ada pembangkit listrik. Pekan depan akan ada jembatan. Kami akan melumpuhkan seluruh pembangkit listrik mereka. Kami akan menghancurkan seluruh jembatan mereka kecuali mereka mau datang ke meja perundingan dan bernegosiasi," tambahnya.

Trump mengatakan dirinya meyakini Iran tidak memiliki banyak pilihan selain menerima kesepakatan dengan Washington.

Ia mengungkapkan bahwa perwakilan Amerika Serikat masih melakukan komunikasi dengan pejabat Iran hingga sekitar satu jam sebelum wawancara tersebut dilakukan.

"Lebih baik kalian segera membuat kesepakatan. Jika tidak, tidak akan ada siapa pun yang tersisa," ujar Trump.

Baca juga:  Trump Resmi Beri Tahu Kongres soal Kelanjutan Serangan AS terhadap Iran


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waketum PBNU Tegaskan AD/ART Larang Rangkap Jabatan Ketum PBNU
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Sengit! Semifinal Piala Dunia 2026: Argentina Vs Inggris dan Prancis Vs Spanyol | KOMPAS SIANG
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Hasil Babak Pertama Semifinal Piala Dunia 2026: Unggul Atas Prancis, Spanyol Injakkan Satu Kaki di Partai Puncak
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Ruben Onsu Mulai Curiga, Sebut Perannya Sebagai Ayah Makin Asing Usai Lihat Sikap Giorgio Antonio Bersama Sarwendah
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
JPO yang Ditabrak Truk Berhasil Dibongkar, Lalin dari Tendean ke Blok M Masih Ditutup
• 15 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.