Luhut Lapor ke Presiden: Digitalisasi Bansos Jangkau 38,7 Juta Orang

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, beserta jajaran Dewan Ekonomi Nasional di kediaman Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa petang, 14 Juli 2026. (Instagram/sekretariat.kabinet)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan kemajuan signifikan program digitalisasi pemerintahan kepada Presiden Republik Indonesia. Salah satu hasil yang menjadi sorotan adalah keberhasilan uji coba digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) di Banyuwangi yang kini akan diperluas secara nasional.

Luhut mengatakan, keberhasilan program tersebut telah mendorong pemerintah memperluas implementasi digitalisasi bansos ke 43 kabupaten/kota di 26 provinsi.

Program tersebut diperkirakan akan menjangkau sekitar 38,7 juta penduduk atau setara 12,5 juta keluarga di Indonesia.


Baca: Mantan PM Inggris Puji Digitalisasi Pemerintah RI

"Piloting digitalisasi di Banyuwangi membuktikan bahwa pelayanan publik dapat dilakukan dengan jauh lebih cepat, sederhana, dan tepat sasaran. Masyarakat tidak lagi dibebani proses administrasi yang panjang dan berbelit," kata Luhut dalam keterangannya, Selasa (15/7/2026).

Menurutnya, digitalisasi bukan sekadar penggunaan teknologi dalam pelayanan publik, tetapi merupakan bagian dari reformasi tata kelola pemerintahan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.

Ke depan, pemerintah juga akan memperluas pemanfaatan sistem digital untuk berbagai sektor lain, mulai dari penyaluran bantuan UMKM, reformasi subsidi energi, peningkatan penerimaan negara, percepatan perizinan usaha hingga transparansi penegakan hukum.

Baca: Pakai Data Baru! Dua Bansos Ini Bakal Cair Mulai 20 Juli

Antisipasi Gejolak Global

Meski berbagai indikator menunjukkan perkembangan positif, Luhut mengingatkan pemerintah tetap harus waspada terhadap meningkatnya ketidakpastian global.

Menurutnya, eskalasi konflik geopolitik berpotensi meningkatkan biaya produksi, memicu kenaikan harga barang, dan menekan daya beli masyarakat.

Karena itu, DEN telah menyampaikan kepada Presiden perlunya menyiapkan langkah antisipatif serta contingency plan untuk menjaga konsumsi rumah tangga dan aktivitas dunia usaha pada semester II-2026.

Baca: RI Mau Bangun 'Dubai' Baru, Bidik Dana Triliunan dari Crazy Rich

"Kami telah menyampaikan kepada Bapak Presiden mengenai perlunya menyiapkan langkah-langkah antisipatif dan contingency plan untuk menjaga daya beli masyarakat, membantu dunia usaha, serta mendorong aktivitas ekonomi pada semester II tahun ini," ujar Luhut.

Ia menegaskan koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil harus terus diperkuat agar Indonesia mampu menghadapi berbagai risiko eksternal.

Pemerintah juga akan fokus menjaga kelancaran rantai pasok, memastikan ketersediaan bahan baku industri, serta meningkatkan efisiensi logistik guna menjaga daya saing nasional.

"Saya percaya kekuatan ekonomi Indonesia tidak hanya ditentukan oleh stabilitas makro, tetapi juga oleh keberanian melakukan reformasi dan memanfaatkan teknologi untuk tata kelola pemerintahan yang lebih baik," kata Luhut.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Pemerintah Perpanjang Penyaluran Bansos Pangan Hingga September 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Striker Andalan Jepang Daizen Maeda Ingin Naik Level ke Premier League
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
Jadwal Inggris Vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026: Lionel Messi Cs Berebut Tiket Hadapi Spanyol di Partai Final
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Purbaya Akui Anggaran Pendidikan 2025 Hanya Capai 19% APBN, Tak Sesuai UU
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pemkab Lumajang Sediakan Area Khusus UMKM Saat Nobar Semifinal Piala Dunia 2026
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Krisis Murid, SD Negeri di Kudus Hanya Punya 2 Siswa Baru Tahun Ini
• 34 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.