Grid.ID - Ajang Piala Dunia 2026 ternyata menyisakan kisah tragis. Pasalnya, seorang pria meninggal dunia dikeroyok saat acara nonton bareng.
Ya, Piala Dunia 2026 tidak selalu memberikan kisah haru dan unik, namun cerita menyedihkan pun juga muncul. Belum lama ini, seorang pia di Bangladesh tewas dikeroyok saat acara nonton bareng.
Dikutip dari KOMPAS.com pada Selasa (14/7/2026), laga Argentina melawan Swiss pada Minggu (12/7/2026) menjadi sorotan. Pasalnya, bintang sepakbola Lionel Messi gagal mencetak gol saat penalti.
Dirinya gagal mengeksekui penalti sepanjang turnamen. Tak hanya itu, kegagalan itu kembali ia ulang pada laga selanjutnya.
Pada turnamen Argentina vs Mesir, Messi mendapatkan kesempatan untuk menyamakan kedudukan melalui penalti. Namun, sayang tendangannya tidak membawa keberuntungan untuk timnya.
Kegagalan Messi kali ini menjadi sorotan publik. Hal itu membuat Lionel Messi mencetak rekor sebagai pemain pertama yang gagal mengeksekusi dua penalti pada waktu normal dalam satu edisi di Piala Dunia.
Hal ini agaknya menjadi bahan ejekan oleh seorang pria Bangladesh. Dikutip dari Serambinews pada Selasa (14/7/2026), Muhammed Shariful Islam (35) diduga mengejek kejadian itu.
Hal itu pun menimbulkan pertengkaran hebat dengan temannya. Awalnya, korban mengejek pada pendukung Argentina.
Ucapan Shariful pun cukup membuat penggemar Argentina marah. Saksi mata pun mengungkap apa yang diucapkan oleh korban sebelumnya.
"Bapakmu enggak bisa cetak gol (your father could not score a goal)," ujar korban, menurut saksi mata.
Hal itu pun memicu perdebatan hebat antara pada penggemar. Bahkan, adu mulut itu berujung sebuah perkelahian.
Polisi mengungkap bahwa korban dipukul oleh pria bernama Babu dan Main Uddin Malu. Kejadian itu pun sempat dilerai oleh para warga.
Kemudian, karena korban mengalami luka, saksi membawanya ke Rumah Sakit Perguruan Tinggi Kedokteran Cumilla. Namun, sayang nyawanya tak tertolong.
Menurut media Bangladesh, korban merupakan seorang pengemudi becak motor. Dirinya memang merupakan penggemar tim Mesir yang saat itu mendukung tim tersebut.
Sang istri, Beauty Banu mengungkap bahwa dirinya tidak menyangka sang suami meninggal lantaran pertandingan bola. Ia jelas meratapi kepergian suaminya.
Terlebih, korban meninggalkan dua anak perempuan yang masih kecil. Beauty Banu pun mengaku sangat terpukul dengan kepergian suaminya.
"Bagaimana mungkin orang membunuh seseorang hanya karena pertandingan sepak bola? Saya punya dua anak perempuan. Siapa yang akan mereka panggil ayah sekarang? Kedua anak perempuan saya telah menjadi yatim piatu," ujarnya.
Dirinya juga meminta kasus ini agar diusut tuntas. Ia meminta agar pelaku dijatuhi hukuman yang setimpal dengan apa yang dialami sang suami.
Ia juga meratapi nasibnya yang kini menjadi janda dengan keadaan miskin. Ia mengaku tak tahu bagaimana ia membesarkan kedua anaknya tanpa suami.
"Saya menginginkan hukuman terberat bagi mereka yang membunuh suami saya," kata dia.
"Saya adalah wanita miskin dan tak berdaya. Bagaimana saya akan membesarkan kedua anak perempuan saya sekarang? Seluruh keluarga saya telah hancur," sambungnya.
Hingga kini, kasus pengeroyokan akibat ejekan setelah menonton Piala Dunia 2026 ini pun masih diusut polisi. Kepolisian Bangladesh masih mendalami kasus ini dan melakukan proses hukum pada terduga pelaku. (*)
Artikel Asli




