27 Tahun Menentang Penganiayaan :  Parade Falun Gong di Vancouver, Kanada Raih Dukungan Luas Masyarakat 

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

Pada 20 Juli 1999, Partai Komunis Tiongkok (PKT) melancarkan penindasan terhadap praktisi Falun Gong. Kini, 27 tahun telah berlalu, namun penganiayaan tersebut masih terus berlangsung dan bahkan meluas menjadi penindasan lintas negara terhadap praktisi Falun Gong di luar negeri.

Pada 12 Juli 2026, sejumlah praktisi Falun Gong di Vancouver, Kanada, menggelar kegiatan latihan bersama dalam skala besar dan pawai di pusat kota. Mereka menyerukan agar masyarakat internasional terus memberikan perhatian dan mengambil tindakan untuk menghentikan penganiayaan yang dilakukan PKT terhadap praktisi Falun Gong.

EtIndonesia.com Pada Minggu 12 Juli pagi, seperti yang dilakukan setiap tahun, para praktisi berkumpul di depan Galeri Seni Vancouver untuk mengadakan kegiatan peringatan. Melalui aksi damai tersebut, mereka terus menyebarkan nilai-nilai “Sejati, Baik, Sabar” (Zhen, Shan, Ren), sekaligus menyerukan kepada berbagai kalangan agar menghentikan penindasan yang telah berlangsung selama 27 tahun, termasuk penindasan lintas negara yang dilakukan PKT.

“Saya pernah tiga kali mengalami penganiayaan di Tiongkok daratan—sekali dijatuhi hukuman kerja paksa dan dua kali dipenjara. Total saya kehilangan sembilan tahun kebebasan. Hari ini saya merasa sangat beruntung akhirnya bisa hidup di negara yang bebas,” ujar seorang praktisi Falun Gong di Vancouver, Tang Huafeng kepada NTD Kanada.

Seorang guru asal Italia, Elisabetta, mengatakan: “Saya merasa sangat sedih ketika mendengar tentang penganiayaan ini. Ini adalah cara PKT mengendalikan hati dan pikiran masyarakat. Saya berterima kasih kepada para praktisi Falun Gong yang telah berbagi pengalaman mereka. Saya juga ingin menyampaikan fakta ini kepada orang lain.”

Dalam pawai tersebut, suara marching band bergema di pusat kota. Para praktisi membawa spanduk bertuliskan “Hentikan Penganiayaan terhadap Falun Gong” dan “Hentikan Pengambilan Organ Secara Paksa oleh PKT”. 

Mereka juga mengenang para praktisi Falun Gong yang meninggal akibat penganiayaan, serta menyerukan kepada masyarakat internasional agar memperhatikan dan mengecam penindasan lintas negara yang dilakukan PKT.

“Bebaskan semua praktisi Falun Gong yang masih ditahan agar mereka dapat kembali ke rumah,” ujar seorang praktisi Falun Gong di Vancouver, Nyonya Yang kepada NTD Kanada.

Tang Huafeng juga menyampaikan: “Semoga tragedi yang seharusnya tidak pernah terjadi ini segera berakhir. Kami berharap masyarakat dan para pejabat pemerintah Kanada memberikan perhatian kepada kami, berdiri bersama kami, dan bersama-sama menghentikan penganiayaan ini.”

Banyak warga Vancouver maupun wisatawan berhenti untuk menyaksikan kegiatan tersebut, mempelajari informasi yang disampaikan, dan menyatakan dukungan mereka kepada Falun Gong.

Seorang warga Vancouver, Niki, mengatakan: “Ini sangat mengerikan. Tidak seorang pun seharusnya dianiaya karena keyakinannya. Jangan kehilangan harapan, teruslah menyebarkan kebenaran. Itu sangat penting.”

Seorang wisatawan asal Meksiko, Valenatena, mengatakan: “Prinsip ‘Sejati, Baik, Sabar’ sungguh luar biasa. Belas kasih manusia dapat mengubah dunia.”

Warga Vancouver lainnya, Ariel, mengatakan: “Kita bisa membantu lebih banyak orang memahami penganiayaan ini. Keteguhan para praktisi Falun Gong dalam menyampaikan fakta sangat mengagumkan. Saya berharap mereka terus bertahan.”

Pada 12 Juli 2026, sejumlah praktisi Falun Gong di Vancouver berkumpul di pusat kota untuk menggelar pawai besar memperingati “27 Tahun Perlawanan Damai Falun Gong terhadap Penganiayaan.” (Yu Sheng/Epoch Times) Pada 12 Juli 2026, sejumlah praktisi Falun Gong di Vancouver berkumpul di pusat kota untuk menggelar pawai besar memperingati “27 Tahun Perlawanan Damai Falun Gong terhadap Penganiayaan.” (Yu Sheng/Epoch Times) Pada 12 Juli 2026, sejumlah praktisi Falun Gong di Vancouver berkumpul di pusat kota untuk menggelar pawai besar memperingati “27 Tahun Perlawanan Damai Falun Gong terhadap Penganiayaan.” (Yu Sheng/Epoch Times) Pada 12 Juli 2026, sejumlah praktisi Falun Gong di Vancouver berkumpul di pusat kota untuk menggelar pawai besar memperingati “27 Tahun Perlawanan Damai Falun Gong terhadap Penganiayaan.” (Yu Sheng/Epoch Times) Pada 12 Juli 2026, sejumlah praktisi Falun Gong di Vancouver berkumpul di pusat kota untuk menggelar pawai besar memperingati “27 Tahun Perlawanan Damai Falun Gong terhadap Penganiayaan.” (Yu Sheng/Epoch Times) Sejumlah praktisi Falun Gong di Vancouver berkumpul di depan Galeri Seni Vancouver untuk memperkenalkan fakta-fakta tentang Falun Gong kepada masyarakat. (Yu Sheng/Epoch Times) Sejumlah praktisi Falun Gong di Vancouver berkumpul di depan Galeri Seni Vancouver untuk memperkenalkan fakta-fakta tentang Falun Gong kepada masyarakat. (Yu Sheng/Epoch Times) Imigran Baru dari Tiongkok: Penganiayaan terhadap Falun Gong Sangat Menyakitkan

Yang, seorang imigran baru dari daratan Tiongkok, mengatakan bahwa ketika PKT meluncurkan kampanye penindasan terhadap Falun Gong pada 20 Juli 1999, seluruh media nasional digunakan untuk menyebarkan propaganda dan fitnah.

“Dari apa yang saya lihat dan alami sendiri, saya tidak pernah melihat kelompok Falun Gong melakukan hal buruk. Sebaliknya, mereka adalah orang-orang yang sangat baik,” katanya.

Menurutnya, gambaran yang diberikan propaganda PKT sama sekali berbeda dengan kenyataan.

“Perbedaannya benar-benar sangat jauh,” ujarnya.

Ia mengaku masih sulit mempercayai bahwa penganiayaan tersebut bisa terjadi. “Sejujurnya, hati saya sangat sakit. Sangat sakit,” katanya.

Menurut Yang, kegiatan peringatan 20 Juli seperti rapat umum dan parade sangat penting karena di Tiongkok masyarakat selama bertahun-tahun hanya menerima informasi yang berasal dari propaganda PKT.

Setelah tinggal di Kanada selama lebih dari tiga tahun, ia menyadari masih banyak warga Tiongkok yang belum mengetahui fakta sebenarnya mengenai Falun Gong.

“Karena itu, semakin penting bagi orang-orang baik untuk berdiri dan menyampaikan fakta kepada masyarakat agar lebih banyak orang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi,” katanya.

Ia juga menilai bahwa selama bertahun-tahun PKT tidak hanya menindas Falun Gong, tetapi juga merugikan banyak kelompok masyarakat lainnya.

“Rakyat sebenarnya tahu apa yang terjadi, tetapi banyak yang tidak berani berbicara,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa berbagai kasus sosial di Tiongkok, termasuk sejumlah laporan tentang anak-anak hilang, sering kali menimbulkan keraguan publik terhadap penjelasan resmi pemerintah.

“Apa yang sebenarnya terjadi kemungkinan telah ditutupi oleh PKT,” katanya.

Yang berharap para praktisi Falun Gong terus menjelaskan fakta kepada masyarakat sehingga warga Tiongkok yang datang ke luar negeri dapat mengenal langsung para praktisi dan melihat bagaimana prinsip ‘Sejati, Baik, Sabar’ diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Biarkan masyarakat melihat bagaimana sekelompok orang yang baik berusaha menyampaikan kebenaran kepada dunia,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aturan Teknis Demutualisasi BEI Rampung September, Danantara Siap Masuk
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Mendagri: Kades Harus Naik Kelas agar Desa Mandiri dan Bendung Urbanisasi
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Breaking News! Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Seorang Pelajar Diamankan
• 21 jam laluokezone.com
thumb
Atap Sekolah Ambruk, Murid SDN di Grobogan Belajar Bergantian di Kelas & Musala
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Saat Kota Terlelap, Polisi Tetap Berjaga Urai Kepadatan di Pelabuhan Makassar
• 17 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.