Jakarta, VIVA – Mantan Kabareskrim Polri, Susno Duadji, mengkritik polemik pengangkatan Aisyah Zakiyyah sebagai Komisaris PT PP (Persero) Tbk yang belakangan dikaitkan dengan Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Hanggodo.
Melalui akun X pribadinya, Susno Duadji menilai isu tersebut mencoreng citra pemerintahan. Ia bahkan menyebut Dody Hanggodo tidak layak lagi dipertahankan di jajaran kabinet.
Unggahannya disertai foto Dody Hanggodo dan Aisyah Zakiyyah dengan narasi, "Menteri PU Angkat Keponakan Jadi Komisaris Pasca Isu Ajak Anak-Istri ke New York Pakai APBN".
"Menteri model begini mesti- sdh harus ditendang jauh dari Kabinet, ngotori negeri konoha rusak negara," tulis Susno, dikutip Rabu 15 Juli 2026.
Pernyataan itu memicu beragam respons di media sosial, terutama terkait dugaan nepotisme dalam pengisian jabatan di perusahaan pelat merah.
Aisyah Zakiyyah memang tercatat sebagai Komisaris PT PP (Persero) Tbk. Namun, narasi yang menyebut Dody Hanggodo mengangkat langsung keponakannya dinyatakan tidak benar.
Pengangkatan komisaris PT PP dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang melibatkan Menteri BUMN bersama pihak terkait, bukan berdasarkan keputusan Menteri Pekerjaan Umum.
Penunjukan Aisyah Zakiyyah telah ditetapkan sejak 19 Mei 2026. Namanya menjadi sorotan karena memiliki hubungan keluarga dengan Dody Hanggodo yang juga pernah menjadi atasannya saat menjabat sebagai Tenaga Ahli Bidang Komunikasi sekaligus Juru Bicara Menteri Pekerjaan Umum.
Polemik tersebut muncul di tengah perhatian publik terhadap isu lain yang sempat menyeret nama Dody terkait kabar anak dan istrinya akan ikut perjalanan ke Amerika Serikat menggunakan anggaran APBN. Kabar tersebut sebelumnya telah dibantah oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
PT PP (Persero) Tbk merupakan BUMN yang bergerak di bidang konstruksi, properti, dan investasi. Karena berstatus sebagai perusahaan pelat merah strategis, setiap perubahan susunan direksi maupun komisaris kerap menjadi perhatian publik.
Berdasarkan profil resmi perusahaan, Aisyah Zakiyyah lahir di Jakarta pada 30 Desember 1993. Ia meraih gelar sarjana Applied Chemistry and Biochemistry dari Gunma University, Jepang, pada 2015 dan menyelesaikan pendidikan magister International Communication di Macquarie University, Sydney, Australia, pada 2018.





