AS nilai Indonesia mitra penting bangun rantai pasok di Indo-Pasifik

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Korporasi Pembiayaan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (U.S. International Development Finance Corporation/DFC) menilai kerja sama dengan Indonesia sangat krusial untuk membangun rantai pasok yang kuat di kawasan Indo-Pasifik.

"DFC memandang Indonesia sebagai mitra penting dalam membangun rantai pasok yang lebih tangguh, terdiversifikasi, dan aman di seluruh kawasan Indo-Pasifik," kata seorang pejabat DFC dalam jawaban tertulis kepada ANTARA yang diterima di Jakarta, Rabu.

Lembaga tersebut juga menilai Indonesia masih menjadi negara tujuan investasi yang penting bagi pemerintah maupun investor swasta AS, khususnya di bidang infrastruktur, energi, mineral kritis, konektivitas digital, serta keamanan rantai pasok regional.

DFC merupakan lembaga keuangan pembangunan Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang menjadi pilar utama dalam diplomasi ekonomi negara tersebut.

Lembaga tersebut mengelola dan menyalurkan pembiayaan swasta untuk mendukung kebijakan luar negeri dan pembangunan ekonomi strategis AS.

Menyusul perluasan wewenang yang diberikan oleh Kongres AS baru-baru ini, DFC meningkatkan kapasitas investasinya dari 60 miliar dolar AS (Rp1,08 kuadriliun, kurs 1 dolar AS = Rp18.070 per Rabu pagi) menjadi 205 miliar dolar AS (Rp4,52 kuadriliun).

Kewenangan yang diperluas tersebut diharapkan memungkinkan DFC untuk menjajaki berbagai investasi yang layak secara komersial, sekaligus memajukan pembangunan ekonomi dan prioritas kebijakan AS.

Sebelumnya, Chief Policy Officer DFC Caroline Vik mengunjungi Jakarta sebagai bagian dari rangkaian lawatannya ke Asia Tenggara yang berlangsung pada 19-25 Juni lalu.

Selama kunjungannya, ia bertemu dengan sejumlah pemangku kepentingan di Indonesia, baik dari jajaran pemerintahan maupun perwakilan sektor swasta.

Pertemuan tersebut membahas bagaimana DFC dapat mendukung ketahanan energi Indonesia melalui eksplorasi di tingkat hulu (upstream) serta pengembangan infrastruktur penyimpanan dan transportasi energi di tingkat menengah (midstream).

Pertemuan tersebut juga menjajaki potensi kerja sama dalam pembangunan pelabuhan baru, penambangan dan pemrosesan mineral kritis secara domestik, serta pengembangan sektor energi nuklir dan layanan keuangan.

Baca juga: Doktrin baru TNI di tengah pergeseran strategi Indo-Pasifik

Baca juga: Menimbang posisi Indonesia di antara Indo-Pasifik dan Eurasia

Baca juga: Indonesia sebagai jangkar stabilitas Indo-Pasifik


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
2 Orang Pelaut India Tewas Terkena Serangan di Selat Hormuz
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
SdanP Pertahankan Rating Utang, Apakah Berarti Ekonomi RI Kokoh?
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
BMKG: 60,5 Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau, Hujan Makin Minim
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Spesifikasi Honda Super-ONE, Sensasi Berkendara Jadi Menu Utama
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Menhut Dinilai Punya Peran Krusial dalam Jaga Kredibilitas Perdagangan Karbon Hutan
• 6 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.