Terkini, Barru – PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui Regional 4 memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi tetap terjaga untuk mendukung percepatan swasembada pangan nasional.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Panen Raya dan Tanam Padi di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, yang menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Regional CEO Regional 4 PT Pupuk Indonesia (Persero), Wisnu Ramadhani, mengatakan penyediaan pupuk yang memadai menjadi faktor penting agar petani dapat segera memasuki musim tanam berikutnya setelah panen.
“Sebagai perusahaan yang mendapat mandat dalam penyediaan pupuk, Pupuk Indonesia terus memastikan pupuk bersubsidi tersedia agar petani dapat memperoleh pupuk sesuai kebutuhannya pada setiap musim tanam. Kami juga terus memperkuat sinergi bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, PUD, PPTS, PPL, dan kelompok tani agar penyaluran pupuk berjalan optimal serta mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian,” ujar Wisnu.
Menurutnya, kegiatan panen raya tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap hasil kerja petani, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mempercepat musim tanam selanjutnya sehingga produktivitas lahan tetap terjaga dan target swasembada pangan nasional dapat tercapai.
Pemerintah pada 2026 mengalokasikan pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Barru sebanyak 14.410 ton, terdiri dari 6.565 ton Urea, 6.578 ton NPK Phonska, 837 ton pupuk organik, dan 430 ton SP-36.
Hingga 8 Juli 2026, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 6.753 ton atau sekitar 47 persen dari total alokasi. Penyaluran tersebut meliputi 3.479 ton Urea, 3.250 ton NPK Phonska, serta 23 ton pupuk organik.
Sementara itu, per 9 Juli 2026, stok pupuk bersubsidi yang tersedia di Kabupaten Barru mencapai 2.371 ton, terdiri atas 1.468 ton Urea, 872 ton NPK Phonska, dan 31 ton pupuk organik.
Ketersediaan tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam berikutnya.
Wisnu menegaskan Pupuk Indonesia akan terus menjaga ketersediaan pupuk sekaligus memperkuat tata kelola distribusi agar penyaluran tepat sasaran.
“Ke depan, Pupuk Indonesia akan terus mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional agar mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Sulawesi Selatan, Muhammad Taufiq Ratule, menilai keberhasilan program swasembada pangan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Sementara itu, Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang mengusulkan pembangunan gudang penyimpanan pupuk di Kabupaten Barru.
Menurutnya, posisi Barru yang strategis dan didukung fasilitas pelabuhan yang memadai berpotensi menjadikan daerah tersebut sebagai pusat distribusi pupuk di Sulawesi Selatan sehingga mampu meningkatkan efisiensi penyaluran kepada petani.
Kegiatan Panen Raya dan Tanam Padi Kabupaten Barru mengusung tema “Panen Hari Ini, Tanam Esok Hari untuk Swasembada Pangan Nasional”.
Acara dihadiri oleh jajaran Kementerian Pertanian, Pemerintah Kabupaten Barru, Forkopimda, penyuluh pertanian, serta kelompok tani sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat ketahanan pangan nasional.




