Danantara Gaet IDSurvey di Proyek Pengelolaan Sampah, Ini Tugasnya

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Danantara Investment Management (DIM) menggandeng Holding BUMN Jasa Survei, PT Inspeksi Sertifikasi dan Survey Indonesia (Persero) atau IDSurvey, untuk memperkuat pengembangan sistem pengolahan sampah terintegrasi di Indonesia.

Kerja sama strategis ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas proyek sekaligus menarik lebih banyak investasi di sektor pengelolaan sampah dan energi terbarukan.

Direktur Utama IDSurvey Ari Sudono menjelaskan perseroN akan menjadi mitra assurance yang menyediakan layanan Testing, Inspection, Certification, Consultation, Classification, Statutory, Verification, dan Training (TIC Services) untuk mendukung seluruh tahapan proyek, mulai dari studi awal, konstruksi, operasional hingga pasca operasi.

Menurutnya, persoalan sampah merupakan tantangan strategis nasional yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, dukungan investasi, serta penerapan standar yang kuat agar proyek dapat berjalan secara berkelanjutan.

"Transformasi pengelolaan sampah tidak hanya berfokus pada penanganan limbah, tetapi juga bagaimana menciptakan nilai tambah melalui pemanfaatan teknologi, penerapan prinsip keberlanjutan, dan penguatan tata kelola," ujarnya melalui pernyataan tertulis, Rabu (15/7/2026).

Lebih jauh, sambungnya, pengembangan sistem pengolahan sampah terintegrasi tidak hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga lingkungan, sosial, investasi hingga kepatuhan terhadap regulasi. 

Baca Juga

  • Pemprov Sumbar Minta Dukungan KLH Atasi Persoalan Pengelolaan Sampah
  • Siap-Siap, Pemerintah akan Wajibkan Produsen Biayai Pengelolaan Sampah
  • Mengenal Teknologi Sampah Jadi Listrik dalam Proyek PSEL Bali

Karena itu, keberadaan lembaga independen yang memberikan jaminan kualitas dan kepatuhan menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan investor.

Sementara itu, Direktur Investasi PT Danantara Investment Management Fadli Rahman menilai pengelolaan sampah merupakan tantangan sekaligus peluang strategis dalam pembangunan berkelanjutan.

"Kolaborasi dengan IDSurvey diharapkan dapat memperkuat aspek kualitas, kepatuhan, dan keberlanjutan proyek melalui dukungan assurance yang komprehensif, sehingga mampu meningkatkan daya tarik investasi dan mempercepat implementasi berbagai solusi pengelolaan sampah modern di Indonesia," kata Fadli.

Dalam kerja sama ini, ruang lingkup layanan yang diberikan IDSurvey mencakup kajian teknis dan studi kelayakan, inspeksi serta pengujian fasilitas, sertifikasi instalasi, verifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), analisis dampak lingkungan, penilaian risiko proyek, konsultasi teknis, hingga pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang pengelolaan sampah dan energi terbarukan.

Selain memastikan kualitas dan keselamatan proyek, kerja sama ini juga diarahkan untuk memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), verifikasi emisi, verifikasi nilai ekonomi karbon, serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri melalui implementasi TKDN.

Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara melalui PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) resmi menetapkan 8 mitra sebagai pemenang tender proyek waste to energy (WtE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) tahap kedua yang akan dibangun di delapan lokasi yang mencakup 20 kabupaten/kota.

Penetapan mitra PSEL tahap kedua ini sejalan dengan penerbitan conditional letter of award (CLOA) bagi delapan perusahaan maupun konsorsium yang terpilih pada 13 Juli 2026. Adapun kedelapan mitra ini mencakup SUEZ Insan Asia yang merupakan konsorsium perusahaan Indonesia dan Prancis. 

SUEZ Insan Asia akan menjalankan fasilitas PSEL wilayah aglomerasi Medan Raya dengan kapasitas pengelolaan sampah sebesar 1.700 ton per hari.

Selanjutnya terdapat Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni) yang akan membangun fasilitas PSEL untuk wilayah Kabupaten Bekasi. Kemudian untuk wilayah Lampung Raya akan dijalankan oleh Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas), konsorsium antara Indonesia dan China. 

Konsorsium entitas anak PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), PT Chandra Waste Energy, dan Beijing GeoEnviron Engineering and Tech Inc. dalam Masa Depan Energi Indonesia turut menjadi salah satu mitra terpilih untuk PSEL Serang Raya dengan kapasitas 1.161 ton per hari.

Untuk mitra PSEL Semarang Raya berkapasitas 1.100 ton per hari, Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd. dari Prancis ditetapkan sebagai pemenang tender.

Sementara itu, Konsorsium Mentari Citra Lestari antara PT Bakrie Power, PT Acritas Karya Persada, SUS Indonesia Holding Limited terpilih sebagai mitra untuk PSEL Surabaya Raya. Selanjutnya untuk PSEL Bogor Raya, mitra yang terpilih adalah Konsorsium MPM-CEVIA Enviro Inc. (PT Mega Power CEVIA) dan terakhir untuk Yogyakarta Raya, mitra terpilih adalah Konsorsium Cakra Energi Lestari oleh PT Pertamina Power Indonesia, Tianjin TEDA Environmental Protection Co., Ltd., dan CITICC International Investment Limited.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Jawa Timur dan Kejati Jatim Memperkuat Sinergi untuk Menjaga Stabilitas Keamanan dan Penegakan Hukum
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Team Vitality awali MWI EWC 2026 dengan bungkam  Brasil 2-0
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
VARgentina Viral! Ini Deretan Kontroversi Wasit yang Warnai Laju Argentina
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Netanyahu Klaim Ada Negara Diam-Diam Ingin Jadi Mitra Israel: Normalisasi Hubungan di Depan Mata
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
KDM Salurkan Santunan Rp 25 Juta ke Keluarga Korban Kecelakaan Tamu Kawinan
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.