Kader Demokrat Aceh Kirim Surat Terbuka ke AHY, Ungkap Dugaan Intervensi Menjelang Musda

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Bendahara DPD Partai Demokrat Aceh Nurdiansyah Alasta menyampaikan surat terbuka kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menjelang musyawarah daerah atau musda parpol berlambang bintang mercy itu di Serambi Mekah.

Melalui suratnya, Nurdiansyah mengaku telah mengantongi dukungan dari 18 DPC se-Aceh setelah sebelumnya mendapat restu dari petinggi Partai Demokrat yang juga Menekraf Teuku Riefky Harsya.

BACA JUGA: Nurdiansyah Alasta Siap Maju Pimpin Demokrat Aceh, Targetkan 2 Kursi DPR di 2029

Momen Bendahara DPD Demokrat Aceh Nurdiansyah Alasta bersama ketua pengurus DPC bertemu Teuku Riefky Harsya. Foto: supplied

"Pada awal proses Musda, saya terlebih dahulu meminta restu kepada Bapak Teuku Riefky Harsya sebagai tokoh dan senior kami, untuk maju sebagai calon ketua DPD Partai Demokrat Aceh. Saat itu beliau menyampaikan persetujuan," kata Nurdiansyah dikutip dari suratnya, Rabu (15/7).

BACA JUGA: Pakar Politik Ini Ungkap Penyebab Banyak Kepala Daerah Terjerat Korupsi

Hasil konsolidasi tersebut membuahkan dukungan dari 18 DPC Demokrat di Aceh. Lantas, mereka bersama-sama berangkat ke Jakarta dan bertemu Teuku Riefky, sebagai bentuk kesungguhan mengikuti mekanisme partai.

Menurut Nurdiansyah, situasi berubah setelah kepemimpinan DPD Demokrat Aceh dijalankan Plt. Ketua DPD Riyan Firmansyah.

BACA JUGA: Giliran Rumah Anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi Digeledah KPK, Ini Kasusnya

Dia menyebut menjelang musda, dia memperoleh informasi dari ketua DPC bahwa Teuku Riefky Harsya menghubungi satu per satu ketua DPC agar mengalihkan dukungan kepada Sayuti Abubakar yang disebutnya bukan berasal dari kader Partai Demokrat.

Diketahui, Sayuti Abubakar merupakan kandidat lain dalam Musda Demokrat Aceh bulan Agustus mendatang.

Sayuti diketahui pernah menjadi caleg DPR RI dari PKB yang gagal melenggang ke Senayan pada Pemilu 2019.

Selain itu, Sayuti yang kini menjabat wali kota Lhokseumawe juga pernah menjadi sekretaris Majelis Tinggi Partai Nanggroe Aceh.

"Sampai hari ini saya tidak mengetahui apa kesalahan saya. Saya juga mendengar berbagai tuduhan yang tidak pernah diklarifikasi kepada saya," ujarnya.

Nurdiansyah mengaku telah berulang kali meminta waktu bertemu langsung dengan Teuku Riefky Harsya guna menjelaskan secara terbuka, namun kesempatan itu belum diperoleh.

Meski demikian, Nurdiansyah Alasta atau beken disapa DNA, menegaskan suratnya bukan untuk menyalahkan siapa pun atau mempersoalkan sikap petinggi DPP tersebut.

"Saya hanya berharap Bapak (AHY) mengetahui apa yang saya alami dari sudut pandang saya sebagai kader yang telah berkarir dari bawah sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kab. Aceh Tenggara, serta berjuang dari bawah, membangun dukungan secara terbuka, dan mengikuti mekanisme partai dengan itikad baik," tuturnya.

Ketua Komisi IV DPR Aceh itu menyatakan tetap percaya Partai Demokrat menjunjung tinggi kaderisasi, keadilan, dan ruang kompetisi yang sehat. Dia pun akan menghormati apa pun keputusan partai nantinya.

"Saya tetap setia kepada Partai Demokrat dan tetap menghormati seluruh keputusan ketua umum," ujar Nurdiansyah.(fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
LPSK Menolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya dalam Perkara Dugaan Korupsi Program MBG
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Dua Wajah Bahasa: Diglosia dalam Kehidupan Sosial
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
BBM Langka di Medan, Warga Antre Berjam-jam di SPBU
• 7 jam laludetik.com
thumb
Ledakan Bom Rakitan MAN 3 Padang, Pelaku Korban Bullying dan Incar Teman Sekelas
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
Parlemen Tiba-Tiba Pecat Presiden, Bersih-Bersih Rezim Lama
• 17 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.