Gara-gara AI, Outsourcing Filipina Pangkas Target Lapangan Kerja Jadi 2,14 Juta

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Kelompok utama outsourcing proses bisnis di Filipina (business-processs outsourcing/BPO) memangkas proyeksi pendapatan dan lapangan kerja industri -- bahkan memperingatkan kemungkinan adanya penyusutan bisnis di masa depan -- dengan munculnya AI, perubahan kondisi geopolitik, dan meningkatnya persaingan.

Dikutip dari Bloomberg, Rabu (15/7), Asosiasi IT dan Proses Bisnis Filipina yang beranggotakan 400 orang kini memproyeksikan pendapatan industri akan mencapai USD 50,5 miliar pada 2028 dan jumlah karyawan mencapai total 2,14 juta dalam skenario terbaiknya. Ketika asosiasi menyusun peta jalan industri pada 2022, mereka memperkirakan pendapatan mencapai USD 59 miliar dan lapangan kerja meningkat hingga 2,5 juta pada 2028.

"Ada banyak hal yang terjadi," kata Presiden Asosiasi IT dan Proses Bisnis Filipina, Jack Madrid, dalam media briefing pada Selasa (14/7).

Ia mengatakan kondisi sudah berubah sejak 2022 dan kalibrasi ulang diperlukan.

"Mengingat semua peristiwa yang telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir, tidak hanya teknologi dan AI yang berorientasi pada tindakan, tapi juga mengatasi beberapa ketidakpastian yang diakibatkan oleh geopolitik dan peluang serta tantangan domestik kita sendiri," katanya.

Pada 2025, pendapatan meningkat hingga USD 40,3 miliar sementara lapangan kerja meningkat hingga 1,89 juta. Tahun ini, angkanya diperkirakan akan meningkat masing-masing hingga USD 42,3 miliar dan 1,96 juta.

Industri ini sangat penting bagi perekonomian Filipina karena menyumbang sekitar 8 persen dari PDB. Pendapatannya telah melampaui remitansi pekerja migran sebagai sumber devisa utama. Filipina menyumbang sekitar 17 persen dari jumlah tenaga kerja layanan IT-IBM global pada 2025.

"Dalam skenario terburuk, jumlah tenaga kerja di industri ini bisa turun hingga 1,85 juta dan pendapatan dapat mencapai USD 43,3 miliar pada 2028," kata Madrid. Ia mengatakan, ada kebutuhan akan pekerja yang didukung AI untuk menjaga daya saing negara.

"Hal lain yang berubah adalah bukan hanya India dan Filipina yang mendominasi sektor ini. Negara-negara seperti Afrika Selatan, Mesir, Polandia, Kolombia, Kosta Rika, dan Vietnam telah berkembang sebagai tujuan outsourcing yang bersaing yang mencoba merebut pangsa pasar Filipina dan India," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ada 2 Demo Mahasiswa di Jakpus Hari Ini, Ratusan Personel Siaga
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Purbaya Pastikan Tak Bakal Naikkan Tarif Pajak, Ini Strategi Kerek Penerimaan
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Roy Suryo Ungkap Alasan Krisna Mukti Jadi Saksi Sidang Praperadilan Kasus Ijazah Jokowi
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
PLN Usulkan Penambahan 229 MW Kuota PLTS Atap
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
De la Fuente sebut pemain-pemain Spanyol tampil luar biasa
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.