Prasetyo Hadi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) mengatakan, pertemuan Prabowo Subianto Presiden dengan Luhut Binsar Pandjaitan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di Hambalang bukanlah pemanggilan khusus.
Menurutnya, pertemuan tersebut merupakan agenda rutin penyampaian hasil kajian ekonomi dari Dewan Ekonomi Nasional kepada Presiden.
“Bukan dipanggil ya. Jadi memang secara rutin Bapak Presiden mendapatkan laporan dari berbagai pihak, salah satunya dari Dewan Ekonomi Nasional. Pak Luhut sering meminta waktu untuk menyampaikan hasil kajian-kajian dari Dewan Ekonomi Nasional,” kata Prasetyo Hadi di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Prasetyo mengatakan pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam itu diisi dengan paparan mengenai kondisi ekonomi nasional.
Menurutnya, pembahasan tersebut menjadi lanjutan dari rapat terbatas khusus bidang ekonomi yang sehari sebelumnya dipimpin Presiden bersama sejumlah menteri terkait.
“Menurut saya kemarin sangat produktif, hampir kurang lebih tiga jam Dewan Ekonomi Nasional memberikan paparan mengenai kondisi ekonomi kita,” ujarnya.
Dia menjelaskan, salah satu fokus pembahasan adalah langkah antisipasi pemerintah terhadap meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi perekonomian global, termasuk harga minyak dunia.
“Kita perlu mengantisipasi beberapa hal, terutama menjaga masalah fiskal kita manakala menghangatnya dinamika itu misalnya akan berpengaruh kembali terhadap harga minyak. Meskipun dapat kami sampaikan bahwa tidak perlu ada yang dikhawatirkan, berkenaan dengan suplai minyak kita aman, meskipun dinamika di Timur Tengah maupun di Selat Hormuz kembali menghangat,” ujar Prasetyo.
Selain kondisi geopolitik, Prasetyo mengakui pemerintah juga memberi perhatian terhadap pergerakan nilai tukar rupiah yang sempat berada di kisaran Rp18.000 per dolar Amerika Serikat.
“Tentu itu menjadi salah satu bagian. Ketika kita bicara ekonomi, mulai dari makro sampai ke mikronya. Bapak Presiden selain menerima update dari seluruh program yang sedang dijalankan, beliau juga memberi penekanan untuk mempercepat pelaksanaannya,” katanya.
Prasetyo menambahkan, Presiden meminta agar berbagai program ekonomi riil dipercepat sebagai upaya menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan global.
“Salah satunya adalah ekonomi riil harus didorong, yang itu menjadi program pemerintah. Misalnya mengenai pembangunan kampung nelayan, itu diminta untuk dipercepat karena menjadi bagian dari menjaga ekonomi kita terus bergerak,” kata Prasetyo.(faz/rid)




