Di tengah maraknya tren skincare di media sosial, banyak orang justru masih bingung menentukan produk yang sesuai dengan kebutuhan kulitnya. Alih-alih berkonsultasi dengan dokter, sebagian orang memilih mencoba berbagai produk secara trial and error. Padahal, langkah tersebut belum tentu menyelesaikan masalah kulit, bahkan berisiko memperburuk kondisinya.
Berdasarkan data yang dipaparkan ERHA Skincare Group, sebanyak 51,8 persen orang mengaku enggan berkonsultasi ke dokter kulit karena takut kondisi kulitnya dinilai.
Berangkat dari fenomena tersebut, ERHA, jaringan klinik spesialis kulit dan rambut, memperkenalkan Skin AIdentify, teknologi analisis kulit berbasis artificial intelligence (AI) yang diluncurkan pada Kamis (2/7) di Jakarta Convention Center.
Teknologi ini dirancang untuk membantu masyarakat memahami kondisi kulit secara lebih objektif sebelum menentukan langkah perawatan yang tepat.
Cukup selfie lewat WhatsApp, hasil analisis keluar dalam 3 menitSkin AIdentify dapat diakses secara gratis melalui WhatsApp tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan. Pengguna hanya perlu mengirimkan foto selfie, kemudian sistem akan menganalisis kondisi kulit dan menampilkan hasilnya dalam waktu sekitar tiga menit.
Teknologi ini juga dikembangkan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakter kulit masyarakat Indonesia, termasuk berbagai permasalahan yang umum terjadi akibat iklim tropis.
Tak hanya mengenali jenis kulit, tapi juga mendeteksi berbagai concernBerbeda dari skin analyzer pada umumnya yang hanya mengidentifikasi jenis kulit, Skin AIdentify mampu melakukan evaluasi yang lebih menyeluruh. Teknologi ini menganalisis kondisi skin barrier, tingkat hidrasi, pigmentasi, inflamasi, tekstur kulit, hingga tanda-tanda penuaan.
Hasil analisis tersebut juga membantu pengguna mengetahui apakah kondisi kulit yang dialami masih tergolong ringan atau sudah memerlukan penanganan lebih lanjut.
Setelah hasil analisis keluar, pengguna dapat melanjutkan konsultasi dengan dermatolog maupun skincare advisor ERHA untuk memahami kondisi kulit secara lebih mendalam dan mendapatkan rekomendasi perawatan yang sesuai.
Melalui teknologi ini, ERHA berharap masyarakat tidak lagi mengandalkan trial and error dalam memilih skincare, melainkan mengambil keputusan berdasarkan kondisi kulit yang telah dianalisis secara lebih personal.





