Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul merespons wacana yang disampaikan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengenai perlunya sosok baru untuk memimpin PBNU.
Menurut Gus Ipul, setiap gagasan yang muncul menjelang Muktamar NU merupakan hal yang wajar dan layak didiskusikan sebagai bagian dari dinamika organisasi.
"Saya kira wacana apa pun menjelang muktamar baik untuk didiskusikan. Apa yang disampaikan oleh Cak Imin baik untuk kita diskusikan bersama-sama dan ini bisa jadi masukan untuk muktamar," kata Gus Ipul di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/7).
Ia mengatakan seluruh pandangan yang berkembang, baik dari internal maupun pihak lain, dapat menjadi bahan pembahasan dalam sidang-sidang komisi Muktamar PBNU.
"Jadi setiap pandangan dari mana pun itu baik untuk kita akomodasi, kita jadikan inspirasi dan kita tindak lanjuti dalam sidang-sidang komisi. Nanti bisa jadi dijadikan rekomendasi," ujarnya.
Gus Ipul juga menanggapi soal ketentuan Ketua Umum PBNU tidak boleh merangkap jabatan, sebagaimana pernah disampaikan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.
Ia membenarkan aturan tersebut merupakan keputusan Muktamar NU di Lampung.
"Ya, memang hasilnya seperti itu. Jadi hasil di Lampung seperti itu," katanya.
Meski demikian, ia menegaskan ketentuan tersebut tetap dapat dievaluasi dalam Muktamar mendatang. Menurutnya, para peserta muktamar memiliki kewenangan penuh untuk mempertahankan, mengubah, atau menetapkan aturan baru yang berlaku pada periode berikutnya.
"Selebihnya nanti tergantung muktamirin apakah mau mengambil keputusan yang baru atau mempertahankan yang lama atau kemudian diputuskan tapi berlaku pada muktamar yang akan datang. Semuanya itu bergantung pada kesepakatan nanti di muktamar," tandasnya.
Sebelumnya Cak Imin menilai PBNU membutuhkan sosok pemimpin baru yang membawa perubahan. Pernyataan itu disampaikan Cak Imin saat ditanya wartawan menjelang digelarnya Muktamar ke-35 PBNU pada Agustus 2026.
“Ya, pemimpin yang baru. Saat ini butuh pemimpin baru yang fresh karena yang lama udah 5 tahun enggak ada perubahan,” kata Cak Imin usai menghadiri Nobar Piala Dunia 2026 bersama PKB di Jakarta.
Cak Imin tidak menyebut nama figur yang dianggap layak memimpin PBNU. Saat ditanya mengenai sosok yang menjadi 'jagoannya', ia hanya meminta wartawan menunggu.





