KOMPAS.TV - Sekolah MAN 3 Padang mengungkap, siswa berinisial R, terduga peledak bom rakitan, dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Meski mengaku kerap dibully, pihak sekolah menyatakan tidak pernah menerima laporan bullying langsung dari yang bersangkutan.
Pengakuan terduga peledak bom rakitan di MAN 3 Padang, yang menyebut dirinya menjadi korban perundungan sebelum membawa bom rakitan ke sekolah, mendapat tanggapan dari pihak sekolah.
Pihak sekolah menyebut selama ini R tidak pernah menyampaikan kepada guru maupun pihak sekolah bahwa dirinya mengalami bullying.
Permasalahan yang selama ini menjadi perhatian sekolah justru berkaitan dengan tingkat kehadiran R yang rendah.
Sebelum insiden yang terjadi pada Selasa siang, R tidak pernah tercatat melakukan pelanggaran disiplin maupun terlibat kasus kenakalan lainnya di lingkungan sekolah.
Sebelumnya seorang pelajar berusia 17 tahun membawa bom rakitan yang diledakkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat.
Kepada polisi, pelaku mengaku belajar merakit bom melalui internet, dan perakitan dilakukan di rumahnya tanpa sepengetahuan orang tua.
Bahan-bahan pembuat bom dibeli melalui aplikasi belanja online dan dirakit secara mandiri oleh pelaku.
Penyidik menduga aksi peledakan dilatarbelakangi rasa dendam karena pelaku mengaku sering menjadi korban perundungan di sekolah, meski motifnya masih didalami.
Dalam insiden ini, satu bom berdaya ledak rendah sempat meledak, sedangkan bom rakitan lain berhasil diamankan tim Gegana dan tidak menimbulkan korban.
#bullying #pelaku #bomrakitan
Baca Juga: Refly Harun Kritik Pernyataan Ahli Sidang Praperadilan Kedua Roy Suryo Kasus Ijazah Jokowi
Penulis : Yulian-Indah
Sumber : Kompas TV
- bom rakitan
- padang
- bullying





