Jaga Produksi: Kisah di Balik Penguatan Kelistrikan Lapangan Libo

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Dok Pertamina

Jakarta, CNBC Indonesia - Di industri migas, produksi tidak hanya ditentukan oleh cadangan yang tersimpan di bawah permukaan bumi. Di balik setiap sumur yang beroperasi, terdapat sistem penunjang yang bekerja tanpa henti, salah satunya pasokan listrik yang andal.

Kesadaran itulah yang mendorong PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memperkuat infrastruktur kelistrikan di Lapangan Libo, Kabupaten Siak, Riau. Melalui proyek Libo Substation Upgrade, PHR meningkatkan kapasitas gardu induk Libo dari 10,5 MVA menjadi 24,5 MVA, atau bertambah 14 MVA untuk mendukung pengembangan sumur-sumur baru dan menjaga keberlanjutan produksi migas di Wilayah Kerja Rokan.

Bagi area Libo Southeast, peningkatan kapasitas listrik menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Kawasan ini saat ini menjadi salah satu fokus pengembangan sumur produksi dan sumur injeksi. Seiring bertambahnya aktivitas pemboran dan pengoperasian fasilitas produksi, kebutuhan daya listrik pun meningkat signifikan.

Berbagai peralatan produksi, mulai dari Electrical Submersible Pump (ESP) hingga Water Injection Pump (WIP), memerlukan pasokan energi yang stabil agar minyak dapat diproduksikan secara optimal. Tanpa dukungan kelistrikan yang memadai, upaya peningkatan produksi akan menghadapi tantangan yang tidak ringan.

GM Zona Rokan, Andre Wijanarko, mengatakan bahwa keandalan infrastruktur merupakan fondasi penting dalam menjaga kinerja produksi migas.

"Melalui Libo Substation Upgrade, PHR memastikan pasokan listrik yang andal untuk mendukung pengoperasian sumur-sumur baru dan mengoptimalkan produksi migas bagi kebutuhan energi nasional," ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Proyek ini juga menjadi bukti efektivitas kolaborasi antara PHR dan mitra kerja. Bersama PT Indokomas Buana Perkasa sebagai kontraktor EPC, proyek berhasil diselesaikan pada Maret 2026, lebih cepat dua bulan dari target yang ditetapkan dalam Work Program & Budget (WP&B) 2025, yaitu Mei 2026.

Andre menambahkan, bahwa sistem yang tuntas mendahului target ini adalah upaya PHR menjaga keandalan operasi untuk ketahanan energi. Sekaligus juga sebagai pondasi yang kokoh bagi masa depan migas nasional.

Dari sisi teknis, proyek mencakup pemasangan power transformer berkapasitas 14 MVA, voltage regulator 1,4 MVA, sistem proteksi dan pengukuran baru, pembangunan gedung kontrol kelistrikan, serta penarikan jaringan kabel distribusi sepanjang sekitar 2,5 kilometer. Seluruh fasilitas telah melalui proses pengujian dan commissioning sebelum beroperasi penuh. Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Sebastian Julius, mengapresiasi penyelesaian proyek tersebut. Menurutnya, peningkatan infrastruktur kelistrikan merupakan langkah penting untuk mendukung keandalan operasi dan pencapaian target produksi di Zona Rokan.

"Infrastruktur ini sangat berguna untuk mendukung produksi di Zona Rokan. Terus semangat one goal, untuk operasi yang andal, selamat dan efisien untuk keandalan produksi," ujarnya.

Di tengah upaya menjaga ketahanan energi nasional, proyek ini menunjukkan bahwa peningkatan produksi migas tidak selalu dimulai dari pengeboran sumur baru. Terkadang, langkah penting justru hadir dari penguatan infrastruktur penunjang yang memastikan setiap fasilitas dapat beroperasi secara aman, andal, dan berkelanjutan.

Bagi PHR, gardu induk yang kini memiliki kapasitas lebih besar itu bukan sekadar fasilitas kelistrikan. Ia menjadi penggerak di balik operasi lapangan, memastikan energi terus mengalir sehingga produksi migas dari Lapangan Libo dapat terus memberi kontribusi bagi kebutuhan energi Indonesia.

Baca: PGN Suplai 50 Ribu Meter Kubik Gas Bumi ke Pabrik Baru Produsen Sepeda



(rah/rah) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video:Kapal Pertamina Sukses Melewati Selat Hormuz, Kemenlu Buka Suara

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji P-21, Yaqut: Kebenaran akan Terbuka
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KPK Nilai Terlalu Dini Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi dan TPPU Febrie Adriansyah
• 11 jam laluharianfajar
thumb
"Angkot di Bogor Memang Semrawut, ya"
• 23 jam lalukompas.com
thumb
ID FOOD Ekspor Perdana Udang Vaname ke AS
• 2 menit lalurepublika.co.id
thumb
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang pada 14-20 Juli 2026, Papua Berstatus Siaga
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.