VIVA – Timnas Argentina akan menghadapi Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Kamis, 16 Juli 2026 dini hari WIB.
Jelang laga krusial tersebut, juara bertahan Piala Dunia itu dibayangi catatan rekor pertemuan yang masih kalah dari The Three Lions.
Berdasarkan catatan pertemuan kedua tim, Argentina dan Inggris sudah bertemu sebanyak 14 kali di berbagai ajang. Inggris mencatat enam kemenangan, sedangkan Argentina meraih tiga kemenangan dan lima laga lainnya berakhir imbang.
- IMAGN IMAGES via Reuters/Sam Navarro
Meski statistik belum berpihak kepada Argentina, Mac Allister menilai pengalaman timnya tampil pada pertandingan besar menjadi modal penting menghadapi semifinal. Gelandang Liverpool itu memastikan skuad asuhan Lionel Scaloni tetap fokus untuk mengamankan tiket ke final.
"Kami tidak merasakan tekanan. Kami sudah berpengalaman bermain di semifinal Piala Dunia dan kami berharap itu membantu," ujar Mac Allister sebelum menjalani latihan di Atlanta United Training Ground, Marietta, Georgia, Selasa.
Mac Allister juga menolak meremehkan kekuatan Inggris yang kini ditangani Thomas Tuchel. Menurutnya, The Three Lions memiliki kualitas pemain yang sangat baik sehingga pantas melaju hingga empat besar.
"Inggris mempunyai sederet pemain yang luar biasa dan mereka ditangani pelatih yang bagus. Saya sama sekali tidak terkejut mereka bisa sampai sejauh ini (di Piala Dunia 2026)," kata pemain berusia 27 tahun tersebut.
Argentina datang ke semifinal dengan ambisi mempertahankan gelar juara dunia yang diraih pada edisi 2022. Mac Allister menegaskan seluruh pemain siap memberikan kemampuan terbaik demi membawa Albiceleste kembali ke partai puncak.
"Kami akan melakukan setiap usaha terbaik yang kami bisa," ucapnya.
- REUTERS/Amanda Perobelli
Pertemuan Argentina dan Inggris selalu menghadirkan perhatian besar karena sejarah panjang rivalitas kedua negara di Piala Dunia. Kemenangan terakhir Argentina atas Inggris di ajang tersebut terjadi pada babak 16 besar Piala Dunia 1998 melalui adu penalti setelah bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan.
Duel kedua tim juga dikenang lewat perempat final Piala Dunia 1986 saat Diego Maradona mencetak dua gol ikonik, yakni gol "Tangan Tuhan" untuk membawa Argentina menang 2-1 sebelum akhirnya menjadi juara dunia.





