Google Cloud Pastikan Data Pelanggan Tak Dipakai Latih AI

katadata.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Google Cloud memastikan data pelanggan tidak digunakan untuk melatih model kecerdasan buatan (AI) miliknya. Perusahaan menyebut jaminan ini didukung oleh arsitektur AI yang terintegrasi, mulai dari cip, infrastruktur komputasi, platform data, hingga model AI.

Vice President of Technology and Customer Engineering APAC Google Cloud Moe Abdula mengatakan keamanan data pelanggan bergantung pada keseluruhan platform yang digunakan untuk menjalankan AI.

"Kinerja agent AI atau aplikasi, dipengaruhi oleh platform yang digunakan. Platform ini dipengaruhi oleh data yang dapat diaksesnya. Sementara data itu bergantung pada infrastruktur dan model AI yang digunakan," kata Moe dalam Google Cloud Media Briefing di Jakarta, Rabu (15/7).

Ia menjelaskan Google Cloud mengembangkan pendekatan vertical AI stack yang memungkinkan pelanggan memanfaatkan kemampuan AI tanpa harus memindahkan data ke berbagai sistem.

Menurut Moe, salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan AI saat ini bukan hanya menciptakan model yang semakin pintar, melainkan mengelola data secara efisien, aman, dan hemat biaya. Arsitektur AI yang terintegrasi, menurut dia, memungkinkan sistem memahami konteks data yang digunakan tanpa harus memindahkan data tersebut berulang kali.

Dalam banyak kasus, pemindahan data menjadi salah satu komponen biaya terbesar dalam penggunaan AI. Ketika data yang diproses berukuran besar, seperti terabyte, perusahaan membutuhkan kapasitas jaringan dan penyimpanan yang besar.

Google Cloud mengklaim pendekatan itu memungkinkan data tetap berada di lingkungan pelanggan, sementara AI tetap dapat mengakses informasi yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas tertentu. "Daripada memindahkan data ke berbagai tempat, platform mengetahui bahwa anda sedang mengakses data tersebut. Platform memiliki konteks dan pemahaman sehingga cukup menyimpan data satu kali saja," ujarnya.

Menurut Moe, pendekatan itu menjadi alasan Google Cloud dapat memastikan data pelanggan tidak digunakan sebagai bahan pelatihan model AI.

Ia menjelaskan perusahaan tetap dapat memanfaatkan AI untuk mengolah data internal, misalnya membuat agen AI yang mampu menjawab pertanyaan berdasarkan informasi perusahaan, tanpa menjadikan data tersebut sebagai bagian dari proses pelatihan model AI utama. Sebagai contoh, perusahaan perbankan dapat menggunakan agen AI untuk mengambil informasi mengenai riwayat kredit pelanggan. Sistem dapat memberikan jawaban berdasarkan data yang tersedia bagi perusahaan tersebut, tetapi proses itu tidak berarti data tersebut digunakan untuk melatih model AI.

"Jika setiap kali agent mengulang permintaan yang sama, sistem harus mengambil data yang sama, maka setiap permintaan akan mengonsumsi token dan sumber daya komputasi," kata Moe.

Dengan kemampuan memahami konteks dan melakukan caching, sistem dapat mengurangi proses komputasi yang berulang sekaligus menjaga pengelolaan data tetap berada dalam kendali pelanggan.

Bangun AI dari Cip hingga Model

Google Cloud membedakan pendekatannya dengan penyedia layanan cloud lain melalui pengembangan ekosistem AI secara menyeluruh. Perusahaan tidak hanya menyediakan layanan cloud, tetapi juga membangun cip khusus AI, infrastruktur, platform data, hingga model AI.

Moe mengatakan pengembangan cip sendiri dilakukan karena kebutuhan AI memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan komputasi tradisional.

Menurut dia, salah satu biaya terbesar dalam pelatihan model AI berasal dari pemindahan data dalam jumlah besar. Karena itu, Google mengembangkan cip yang mampu memproses perpindahan data lebih cepat dengan kebutuhan sumber daya yang lebih rendah.

"Kami membangun cip yang dirancang khusus untuk platform AI, platform AI yang dirancang khusus untuk data AI, serta infrastruktur yang dioptimalkan untuk kebutuhan AI," ujarnya.

Oleh karena itu, Google Cloud menyebut pendekatan terintegrasi tersebut dapat memberikan kontrol yang lebih besar kepada pelanggan atas data mereka.

Moe mengatakan perusahaan saat ini tidak hanya membutuhkan model AI yang kuat, tetapi juga infrastruktur yang mampu menghubungkan model tersebut dengan data secara aman dan efisien.

"Ketika kami menghadirkan kemampuan AI kepada miliaran pengguna di seluruh dunia, kami harus melakukannya dengan cara yang efisien dari sisi biaya," kata Moe.

Menurutnya, kombinasi model AI, infrastruktur, data, dan cip menjadi pembeda Google Cloud dalam menghadirkan layanan AI bagi pelanggan perusahaan.

Ia menyebut pendekatan tersebut juga digunakan oleh sejumlah perusahaan AI besar. Salah satunya Anthropic yang memanfaatkan infrastruktur Google Cloud, termasuk cip AI, BigQuery, dan Vertex AI untuk menjalankan model AI.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Salat Kota Makassar 15 Juli 2026
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Investor Hati-hati, Harga Emas Hari Ini Diprediksi Masih Melemah
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Piala Dunia 2026 Makin Panas, Inilah Jadwal Pertandingan Pildun Antara Perancis VS Spanyol dan Argentina VS Inggris
• 14 jam lalugrid.id
thumb
630 Pemuda di Tulungagung Terpapar Positif HIV-AIDS
• 17 jam laludetik.com
thumb
Kecelakaan Motor vs Taksi di Kebon Jeruk, Pengendara Honda Supra Alami Luka Kepala
• 4 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.