"Pertandingan hari ini alhamdulillah sudah bisa diberi kemenangan, kelancaran tanpa cedera juga. Tadi permainannya lumayan panjang. Kalau dibilang memang tidak mudah, di gim pertama mungkin dia agak sedikit kaget dengan tempo saya, tapi di gim kedua dia sudah jaga bola-bola saya," ungkap Ubed usai laga.
Ketegangan memuncak pada gim penentu. Ubed sempat memimpin perolehan poin di awal, namun situasi berbalik pasca-interval. Tekanan tinggi sempat membuat konsentrasi pemain muda Indonesia ini buyar.
"Di gim ketiga tadi sempat unggul juga di awal-awal. Tapi setelah interval sempat kehilangan fokus sedikit dan saya agak emosi, masih belum bisa mengontrol hal seperti ini," aku Ubed dengan jujur. Baca juga: Japan Open 2026: Putri Tanpa Kesulitan Singkirkan Wakil AS Peran Krusial Pelatih dan Kunci Kebangkitan Ubed Di saat-saat kritis itulah, peran pelatih dari pinggir lapangan menjadi penyelamat. Motivasi dan ketenangan yang dialirkan sang pelatih berhasil Menahan laju eror yang dilakukan Ubed.
"Beruntung pelatih terus bisa meyakinkan saya dan saya coba atur nafas, lebih menenangkan diri. Alhamdulillah bisa mengembalikan keadaan tadi. Ini pelajaran yang penting buat saya untuk ke depan," jelasnya. Tantangan Berat Menanti Anders Antonsen Ujian sesungguhnya bagi Ubed baru saja dimulai. Di babak berikutnya, ia sudah ditunggu oleh raksasa tunggal putra Denmark lainnya, Anders Antonsen.
Menghadapi pemain unggulan sekelas Antonsen, Ubed tidak mau gentar. Ia bertekad untuk tampil lepas dan mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya demi Merah Putih.
"Besok bertemu Anders Antonsen, saya berharap bisa memberikan yang terbaik, bisa menampilkan apa yang saya harapkan," pungkas Ubed optimis.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)





