Fosil Dinosaurus T-Rex Dilelang, Harganya Bikin Kaget

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Kerangka Gus, si Tyrannosaurus Rex, di rumah lelang Sotheby's di New York City, AS, 1 Juli 2026. (REUTERS/Jordan Tovin)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kerangka fosil Tyrannosaurus rex atau T-Rex berusia 67 juta tahun yang dijuluki "Gus" terjual dengan harga rekor US$ 50,1 juta (sekitar Rp 727 miliar) pada lelang yang digelar rumah lelang Sotheby's di New York, Selasa waktu setempat (14/7/2026). Hasil lelang ini menjadikan Gus spesimen dinosaurus paling mahal yang pernah terjual di dunia.

Harga akhir tersebut jauh melampaui estimasi awal lelang yang hanya berkisar US$ 20 juta hingga US$ 30 juta, dan memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh fosil stegosaurus "Apex" yang terjual US$ 44,6 juta pada tahun 2024. Sebelumnya, rekor T-Rex tertinggi dipegang oleh spesimen "Stan" yang laku US$ 31,8 juta pada tahun 2020.

Gus ditemukan antara tahun 2021 hingga 2023 di sebuah peternakan di Kabupaten Harding, South Dakota, Amerika Serikat, dan dinamai untuk menghormati pemilik lahan Gary "Gus" Licking yang meninggal selama proses penggalian dan pemulihan berlangsung.


Menurut Sotheby's, kerangka ini terdiri dari 183 elemen tulang fosil, termasuk 30 tulang rusuk perut yang sangat jarang ditemukan, sehingga mencapai kelengkapan sekitar 61% berdasarkan jumlah tulang, atau 75-80% berdasarkan massa tulang.

Pilihan Redaksi
  • Ilmuwan Kaget Ketemu Jejak Masa Lalu Kutub Selatan di Laci

Saat dipajang, tingginya mencapai 3,8 meter dan panjang sekitar 11,6 meter, dengan tengkorak sepanjang 1,37 meter yang terawetkan dengan sangat baik-bahkan masih terlihat bekas gigitan dinosaurus lain serta jejak cedera yang sembuh pada tulang rusuknya.

Lelang berlangsung sengit selama 10 menit dengan tujuh penawar yang berpartisipasi, sebelum akhirnya dimenangkan oleh pembeli yang mengajukan tawaran lewat telepon dengan identitas yang dirahasiakan.

Meskipun mencatatkan rekor baru, penjualan ini memicu perdebatan di kalangan ilmuwan. Banyak ahli paleontologi khawatir bahwa spesimen berharga yang jatuh ke tangan kolektor pribadi dapat membatasi akses penelitian ilmiah dan kesempatan masyarakat umum untuk melihatnya.

Namun, Sotheby's menegaskan bahwa proses penggalian, pendokumentasian, dan pemulihan telah dilakukan dengan standar tinggi. "Pasar merespons ketika spesimen luar biasa dirawat dengan cara yang tepat," ujar Wakil Ketua Sotheby's Cassandra Hatton setelah lelang berakhir.

Saat ini belum diketahui apakah pembeli baru akan memamerkan Gus secara publik atau menyimpannya sebagai koleksi pribadi. Sebagai perbandingan, fosil stegosaurus "Apex" yang memegang rekor sebelumnya kini dipinjamkan secara jangka panjang ke Museum Sejarah Alam Amerika di New York untuk ditampilkan kepada umum.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Riset Pasar Pakai AI, Bantu Bisnis Memenangkan "Hati'" Konsumen

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Toyota Innova Masih Jadi Mobil Terlaris, tapi Penjualannya Turun Seperempat pada Juni 2026
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BEI Rela Saham RI Keluar dari MSCI-FTSE demi Jaga Integritas Pasar
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
KDM: Defisit APBD Jabar Dipicu Tunggakan DBH Rp 1,2 T dari Pemerintah Pusat
• 47 menit lalukumparan.com
thumb
Info Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Cek Perkiraan BMKG
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Ini Daftar BBM Pertamina yang Turun Harga Hari Ini
• 11 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.