Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo H.R. Muhammad Syafi'i, meminta masyarakat tidak terburu-buru mengaitkan ledakan yang melibatkan seorang siswa di MAN 3 Padang dengan paham radikalisme. Menurutnya, penyebab kejadian itu harus ditelusuri secara menyeluruh sebelum ditarik kesimpulan.
"Terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi seperti halnya di MAN 3 Padang, saya kira kan itu harus ditelusuri. Sebelum memberikan kesimpulan sebenarnya yang memicu sehingga peristiwa itu bisa terjadi," kata Romo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7).
Dia mencontohkan, pernah terjadi kasus ledakan serupa di Jakarta yang sempat dikaitkan dengan radikalisme. Namun, setelah didalami, penyebabnya justru berkaitan dengan persoalan psikologis pelaku.
"Karena ledakan yang sama kan pernah terjadi juga di Jakarta. Dan ada orang yang kemudian terburu-buru menyimpulkan itu tindakan radikalisme, ternyata jauh dari itu. Ada persoalan-persoalan psikologi yang dialami oleh pelaku sehingga kemudian dia kan nekat melakukan tindakan seperti itu," ujarnya.
Ia mengatakan, peristiwa di MAN 3 Padang harus menjadi perhatian seluruh pihak yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk lebih memahami kondisi para pelajar.
"Ini harus menjadi peringatan bagi kita yang bertanggung jawab terhadap pendidikan untuk lebih memahami apa sebenarnya dihadapi oleh para pelajar kita, para siswa kita," tegas Romo.
Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman agar siswa dapat belajar serta mempersiapkan masa depan tanpa terdorong melakukan tindakan yang membahayakan.
Romo juga mengingatkan bahwa seluruh latar belakang kejadian perlu diusut secara menyeluruh. Ia tidak menutup kemungkinan terdapat faktor lain di balik peristiwa tersebut.
"Tapi tentu saja, perlu ditelusuri semua latar belakangnya. Bisa saja ini ada unsur-unsur tertentu yang ingin menciptakan suasana yang tidak kondusif," ujarnya.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak mengambil kesimpulan berdasarkan dugaan atau informasi yang belum terverifikasi.
"Maka kita mengingatkan kepada semua pihak untuk melihat peristiwa ini pure untuk memahami seutuhnya, tidak kemudian mengambil kesimpulan dengan dasar perasaan, informasi yang tidak jelas dan lain sebagainya," kata Romo.
Ledakan terjadi di SMAN 3 Padang, Sumatera Barat, pada Selasa (14/7) pukul 10.15 WIB. Sumber ledakan berasal dari dalam laci meja di salah satu ruang kelas bagian luar sekolah.
Ledakan yang bersifat low explosive itu disebabkan oleh bom rakitan yang dibawa oleh siswa kelas XII berinisial R.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif R melakukan aksinya adalah dendam akibat menjadi korban perundungan sejak kelas IX.
Polisi turut menemukan sebuah katapel, kelereng, serta bahan yang diduga merupakan bom rakitan dalam tas pelaku.
Dari keterangan polisi, R belajar merakit bom tersebut dari internet. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.





