Peneror SDN Srengseng Sawah 15 Disebut Pernah Teror Bom ke Tetangga

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Peneror bom SDN Srengseng Sawah 15, MY (34), disebut pernah melakukan aksi serupa terhadap tetangga di lingkungan tempat tinggalnya.

Hal itu diungkapkan Ketua RT di tempat tinggal MY, Anton Sianipar, saat ditemui Kompas.com di sekitar rumahnya, Rabu (15/7/2026).

"Kalau teror bom itu berapa tahun yang lalu di salah satu rumah warga saya sempat ada teror bom juga sih," ungkap Anton.

Baca juga: Tak Dikasih Rp 300.000, Anggota Satpol PP Ambil Iuran Ngaji Siswa Pecahan Rp 2.000 di Jakut

Anton mengatakan, saat itu tim dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan sempat turun tangan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta penyisiran di rumah warga yang menjadi sasaran teror.

Namun, menurut dia, kasus tersebut tidak berlanjut hingga tahap pemeriksaan berita acara pemeriksaan (BAP).

"Enggak sempat melakukan BAP atau apa, udah enggak," ujarnya.

Anton juga mengaku pernah menjadi sasaran teror lain yang diduga dilakukan oleh MY. Akibat teror tersebut, namanya sempat mendapat pandangan negatif dari warga sekitar.

"Saya sempat ya diteror. Kalau dirunut ternyata teror itu kan sempat ke saya, ke warga saya gitu. Nama saya sempat jelek di lingkungan karena diteror yang aneh-anehlah, kesannya saya melecehkan wanita, ibu-ibu gitu. Padahal enggak," imbuhnya.

Adapun MY ditangkap karena mengirimkan pesan ancaman berisi teror 11 bom di SDN Srengseng Sawah 15 pada hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026).

Baca juga: Ada Barcode Laporan Anonim, Siswa: Kalau Lapor ke Sekolah Kadang Malu

Aksinya ini membuat aktivitas belajar mengajar dihentikan sementara. Polisi menyisir kawasan sekolah hingga tiga kali.

Pertama, kepolisian dari Polsek Jagakarsa memeriksa berbagai sudut sekolah.
Untuk memastikan keamanan, polisi juga memanggil Densus 88, Tim Gegana, dan anjing pelacak (K-9).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Setelah pemeriksaan selama 4 jam, tidak ada bom yang didapati di lingkungan sekolah.

Polisi akhirnya menangkap MY berdasarkan penelusuran terhadap nomor telepon yang dia gunakan untuk mengirim pesan ke dua guru di sekolah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jordi Amat Senang dengan Perkembangan Pemusatan Timnas Indonesia di Bali: Kami Makin Siap untuk Piala AFF 2026!
• 10 jam lalubola.com
thumb
Direktur Resource Alam Indonesia (KKGI) Mengundurkan Diri
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
OJK Ungkap Pelaku Judi Online Makin Canggih, Bisa Ganti Domain dalam Sekejap
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Negara Harus Menyelamatkan PPPK dan PPPK Paruh Waktu dari Gelombang PHK
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Duduk Perkara Pungli Satpol PP di Rumah Belajar Cilincing, Berujung Diperiksa
• 10 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.